Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung Sukses Gelar Yudisium Sarjana yang Perdana

oleh -
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung, Prof. Md. Dr. Ir. Syafrudin Masri, S.T., M.Eng. (Foto: dok. rey)

BANDUNGMU.COM – Di tengah pandemi covid-19 yang tidak kunjung berakhir, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) sukses gelar acara yudisium sarjana semester genap tahun akademik 2020/2021.

Dari tujuh prodi di bawah Fakultas Sains dan Teknologi, yang berhasil meluluskan mahasiswanya baru tiga prodi, yaitu farmasi, agribisnis, dan teknologi pangan.

Acara yudisium yang digelar secara virtual tersebut, diikuti oleh 11 mahasiswa, terdiri atas 8 orang dari Program Studi Farmasi, 2 orang dari Prodi Agribisnis, dan 1 orang dari Program Studi Teknologi Pangan.

Semua mahasiswa mendapatkan rata-rata nilai yang tinggi. Adapun lulusan yang mendapatkan Indeks Penilaian Kumulatif (IPK) tertinggi diraih oleh Farid Maulana dengan nilai 3,73.

”Hari ini menjadi hari yang istimewa bagi Univeristas Muhammadiyah Bandung, khususnya bagi Fakultas Sains dan Teknologi. Alhamdulillah kita sudah berhasil menggelar acara yudisium yang perdana dengan baik setelah UMBandung berdiri pada 2016,” kata Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UMBandung, Prof. Md. Dr. Ir. Syafruddin Masri, S.T., M.Eng., kepada Redaksi Bandungmu, Jumat 05 Maret 2021.

Layaknya keluarga, Prof. Syafrudin mengaku bahwa lulusan perdana ini ibarat anak sulung. Pihak fakultas, aku Prof. Syafrudin, sangat berharap besar duta-duta kampus ini bisa berkiprah di masyarakat secara monumental.

”Setelah mereka belajar dan menuntut ilmu selama empat tahun di kampus ini, dengan keahlian dan kemahirannya, semoga semua ini dapat dijadikan bekal sukses di tengah masyarakat,” ucap Prof. Syafrudin.

Jangan lupakan almamater

Para sarjana ini sudah dididik dengan semangat ”Islamic Technopreneur”. Oleh karena itu, Syafruddin juga berharap mereka mampu menerapkan visi dan misi kemuhammadiyahan tersebut dengan baik.

Meskipun harus diakui, menurut Syafrudin, pada situasi pandemi saat ini, belajar mahasiswa dilakukan hampir seratus persen secara online. Namun semua itu, ungkap Syafrudin, tidak mengurangi kualitas pendidikan yang diberikan kampus kepada para mahasiswa.

”Kita yakin dengan kontrol dari pimpinan, kemudian menggunakan metode sendiri dalam pendekatan kepada mahasiswa dalam sistem belajar-mengajar, mereka tetap semangat untuk menuntut ilmu,” lanjut Prof. Syafrudin.

Hal yang lebih penting, menurut Syafruddin, para mahasiswa yang sudah jadi sarjana ini jangan sampai lupa kepada almamater, jangan sombong dengan ilmu yang sudah dimiliki. Karena keberhasilan mereka saat ini, lanjut Prof. Syafrudi, tidak terlepas dari andil para dosen dan staf akademik yang lain.

Prof. Syafrudin berpesan betul kepada sarjana yang baru saja dilantik, agar bisa memanfaatkan ilmu yang sudah didapatkan di kampus, untuk sepenuhnya bermanfaat bagi masyarakat. Jangan lupa juga untuk menghormati dan membahagiakan orang tua. Apalah arti jadi sarjana kalau tidak menghormati dan membahagiakan mereka.

Selain itu, meskipun sudah menjadi sarjana, mereka diharapkan jangan berhenti belajar. Belajar, kata Prof. Syafrudin, bukan hanya di kampus.

”Sekarang mereka bisa belajar banyak mengenai pengalaman hidup di masyarakat. Jadikan lingkungan sekitar sebagai sarana untuk belajar. Sekali lagi saya berpesan, jaga nama baik almamater, jangan lupakan almamater, kemudian laksanakanlah visi dan misi kampus yang sudah kita sepakati bersama sebagai amal ibadah, sesuai dengan keilmuannya masing-masing,” pungkas Prof. Syafrudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *