Gelar Pengajian Daring, Ketua PD IPM Kota Bandung: Ramadan Jadi Momen Penyegaran Intelektual

oleh -

BANDUNGMU.COM – Ramadan sudah menjadi bulan yang sangat dirindukan oleh kaum muslimin sedari ditetapkannya dahulu menjadi bulan yang istimewa. Ramadan adalah satu–satunya bulan yang tercantum dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 185.

Dengan penuh pengharapan kemuliaan dan rida Allah Swt., Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Bandung menyelenggarakan pengajian rutin dengan tema khusus Ramadan pada Senin 12 April 2021.

Pengajian yang digelar secara daring ini menyajikan petunjuk praktis mengenai persiapan kaum muslimin dalam melaksanakan ibadah, terutama puasa.

Ketua Umum PD IPM Kota Bandung Ridwan Maulana dalam pengantarnya mengatakan, pengajian rutin ini bukan hanya media silaturahmi. Namun, kesempatan untuk para aktivis menyegarkan kembali intelektualnya.

Sebagai aktivis Islam, Ridwan mengaku, sejatinya momen Ramadan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

”Maka dari itu, kita harus mempersiapkan diri kita untuk menghadapi bulan suci ini. Bahkan pada zaman dahulu para ulama mempersiapkan diri enam bulan sebelum Ramadhan tiba, dan enam bulan selanjutnya mengaplikasikan buah hasil dari Ramadan itu sendiri,” kata Ridwan.

Selanjutnya pemateri pengajian kali ini, diisi langsung oleh Salman Alfaristzy, Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam PD IPM Kota Bandung, dengan tema ”Ramadan Bukan Bulan Biasa”.

Dalam pemaparannya, Salman menyampaikan keutamaan Ramadan. Di antaranya pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat, adanya malam lailatulkadar, dan juga Ramadan adalah bulan yang penuh dengan ampunan serta pahala.

Salman juga menyampaikan, keistimewaan puasa Ramadan tidak ada duanya. Puasa, disampaikan Salman, sebagai amal yang dapat menghalangi manusia dari neraka.

”Selai itu, puasa akan memberikan syafaat bagi orang yang menjalankannya. Orang yang berpuasa akan mendapatkan pengampunan dosa. Orang yang berpuasa dijanjikan pintu surga Ar-Rayyan,” kata Salman.

Salman mengatakan bahwa puasa itu tak terhingga, bukan hanya sepuluh atau tujuh ratus kali lipat. Amalan puasa untuk Allah, sedangkan amalan lainnya kembali untuk hamba.

”Sebab pahala puasa, kita mudah masuk surga. Orang yang berpuasa merasakan dua kebahagiaan, yaitu ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Allah. Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada bau minyak misik,” ucap Salman.

Salman mengajak kepada umat Islam agar Ramadan dimanfaatkan untuk mengamalkan sunah-sunah yang dianjurkan.

”Misalnya tarawih, membaca (mengkhatamkan Alquran), iktikaf di sepuluh malam terakhir, serta memperbanyak doa dan zikir,” pungkas Salman.

Kontributor: Adilla Tieky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *