Dunia fashion kembali bergeser pada 2025. Generasi Z, yang dikenal cepat merespons perubahan gaya, kini mempopulerkan tren baru hasil perpaduan budaya pop, media sosial, serta kebutuhan akan pakaian yang nyaman dan praktis.
Gen Z mendorong naiknya gaya minimalis modern sebagai tren utama. Mereka memilih warna netral seperti beige, cokelat susu, dan abu-abu muda untuk menciptakan tampilan simpel namun tetap stylish. Konten di TikTok dan Instagram turut memperkuat tren ini dan membentuk preferensi berpakaian remaja.
Selain itu, Gen Z tetap mempertahankan baggy jeans dan oversized jacket sebagai favorit. Potongan longgar memberi kenyamanan sekaligus menciptakan kesan kasual yang cocok untuk berbagai aktivitas, mulai dari kuliah hingga bersantai.
Minat terhadap gaya athleisure juga terus meningkat. Banyak anak muda memadukan crop jacket, sneakers chunky, dan setelan sport casual untuk menunjang gaya hidup aktif tanpa mengorbankan penampilan.
Di sisi lain, Gen Z semakin mengedepankan fashion ramah lingkungan. Mereka memilih pakaian daur ulang, thrifted fashion, dan brand yang menerapkan produksi berkelanjutan. Kesadaran akan isu lingkungan mendorong tren ini tumbuh lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.
Sebagai pelengkap, Gen Z mengandalkan aksesori seperti shoulder bag mini, kacamata retro, dan perhiasan minimalis. Aksesori ini mudah dipadukan dan mampu memperkuat karakter gaya personal.
Dengan pengaruh media sosial dan perubahan gaya hidup yang cepat, tren fashion Gen Z pada 2025 diperkirakan terus berkembang. Kreativitas dan keberanian bereksperimen menjadikan generasi ini penggerak utama arah fashion masa kini.***(IK22/Neng Wafa)






