PMB UMbandung
News

Habib Husein: Bicara Moderasi di Muhammadiyah Relatif Tak Relevan, Ini Alasannya

×

Habib Husein: Bicara Moderasi di Muhammadiyah Relatif Tak Relevan, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Foto: muhammadiyah.or.id.
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM — Moderasi adalah salah satu inti ajaran Islam yang ditegaskan lewat konsep “ummatan wasathan” di dalam surah Al-Baqarah 143. Oleh karena itu, moderasi bukanlah sebuah agenda asing yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Dai muda yang akrab dengan Muhammadiyah, Habib Husein Ja’far Al-Hadar, menjelaskan bahwa di dalam moderasi itu yang disasar adalah amaliyah umat dan bukan ajaran agamanya.

Sebagaimana pada ayat tersebut, potensi wasathiyah ditekankan pada ummatan (umat) dan bukan kepada diinan (agama Islam).

“Nah ini yang kemudian didorong oleh Islam bahwa moderatisme adalah kerja yang harus dilakukan oleh seluruh umat Islam,” ujarnya.

Baca Juga:  PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Tangsel Gagas Gerakan Ubah Jelantah Jadi Rupiah

Dalam Sarasehan Pra-Muktamar UMM, Sabtu (03/09/2022), Husein juga menjelaskan bahwa isu moderasi kembali banyak dimunculkan oleh berbagai ulama dan organisasi Islam karena adanya kecenderungan umat yang mulai bergeser ke arah radikalisme ataupun liberalisme.

“Termasuk riset Ma’arif Institute, umat islam itu seringkali berjarak dari agama Islam. Apa yang disebut Abduh sebagai ‘Saya melihat muslim di Mesir tapi saya tidak melihat Islam di sana, dan saya melihat Islam di Perancis meskipun tidak ada muslim di sana,’” ujarnya.

“Karena itu indeks kota islami menurut Ma’arif Institute, kota yang paling islami di Indonesia adalah Denpasar karena memang meski di sana mayoritas Hindu, parkir sepeda motor kunci enggak ditarik itu enggak hilang di Denpasar, tapi kalau di Aceh, misalnya, sandal di masjid bisa hilang,” imbuh Husein memberi contoh dari maksud guru Kiai Ahmad Dahlan, yakni Muhammad Abduh di atas.

Baca Juga:  Tata Cara Salat Idulfitri di Lapangan

Moderasi sendiri menurutnya adalah sebuah sikap yang dijabarkan dari makna “umat tengahan” atau “ummatan wasathan”, yakni umat yang memegang teguh agama Islam sembari tetap berkarakter objektif, tidak bias, dan adil.

Termasuk dalam amaliah dan muamalah dengan yang berbeda keyakinan. Bagi Muhammadiyah sendiri, Husein menilai pembicaraan terkait moderasi ini tidak relevan. Pasalnya, menurut Husein hampir semua lini di Muhammadiyah telah mengamalkan sikap moderat.

“Sebenarnya bicara moderatisme di Muhammadiyah itu relatif tidak relevan karena moderatisme itu sudah berjalan relatif sangat baik di Muhammadiyah,” ucapnya.

Baca Juga:  Majelis Tablig PDM Pemalang Gelar Rakerda dan Pengukuhan Korps Mubalig Muhammadiyah

“Contohnya saya diterima di tengah-tengah komunitas Muhammadiyah dengan sangat baik, kemudian saya pernah satu tahun menjadi redaktur majalah Mata Hati-nya Lazismu,” kesan Husein.*** (afn)

______

Sumber: suaramuhammadiyah.or.id

Editor: FA

PMB UMBandung