Islampedia

Hakikat Umat Muslim untuk Tolong Menolong

×

Hakikat Umat Muslim untuk Tolong Menolong

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM, Bandung — Manusia pada hakikatnya tidak hidup sendiri di muka bumi ini.

Manusia hidup di dalam masyarakat baik masyarakat kecil maupun masyarakat besar dengan orang yang bermacam-macam.

Maka dari itu, manusia tidak bisa menjadi orang individualis yang hanya mementingkan diri sendiri.

Begitulah pembahasan dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, pada program channel Youtube tvMu ”Nasihat Ayahanda”.

Dadang Kahmad menjelaskan, bahwa Agama Islam menganjurkan untuk tolong menolong antara satu sama lain.

Baca Juga:  Umat Islam Harus Rajin Berdoa Kepada Allah SWT, Ini Alasannya

”Kita harus baik sesama saudara, anggota keluarga, masyarakat, hingga sesama bangsa,” ucap Dadang.

Dalam memberi pertolongan, umat muslim perlu memiliki rasa empati dan selalu memperhatikan permasalahan orang lain.

”Allah SWT selalu memuji orang yang memperhatikan dan menolong orang lain,” terangnya.

Keinginan dalam hal tolong menolong menjadi nilai bagi seseorang dalam hal diterima atau tidak dalam melaksanakan shalat.

“Shalat seseorang akan diterima oleh Allah SWT, dilihat dari adanya keinginan atau tidak untuk menolong seseorang,” tanggapnya.

Baca Juga:  Ramadhan Mengajarkan Akuntabilitas Diri Sebelum Hari Perhitungan

Umat muslim dalam memberikan pertolongan bisa dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun harta.

”Tolong menolong itu juga tidak dibatasi oleh lokasi, tidak dibatasi oleh etnis, tidak dibatasi oleh bangsa,”  kata Dadang.

Meskipun begitu, umat muslim dilarang untuk tolong menolong dalam hal kejahatan maupun permusuhan.

”Tolong menolonglah dalam hal kebaikan, karena itu menjadi kunci kita dalam hidup bermasyarakat,” tegasnya.

Umat muslim dianggap egois dan individualis jika seorang abai terhadap tolong menolong terhadap sesama.

Baca Juga:  Di Hadapan Mahasiswa UM Bandung, Prof Dadang Kahmad: Jadilah Seperti Kumbang!

”Jauhkan sifat egois itu, lihatlah sekeliling kita siapa yang perlu kita bantu baik oleh tenaga, pikiran, maupun harta kita,” imbaunya.***(FK & MPAF)