Hebat! Mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Bandung Raih Medali Cabor Squash

oleh -
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) Mayasya Afifah Hidayat (Dok Promosi dan PMB UM Bandung).

BANDUNGMU.COM, Bandung – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) Mayasya Afifah Hidayat berhasil meraih medali perunggu cabang olahraga squash mewakili kontingen Sumedang.

Medali itu Afifah raih pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat ke XIV yang berlangsung di Siliwangi Squash Center Kota Bandung dari 10-18 November 2022.

Secara terpisah, Afifah mengaku bersyukur atas raihan prestasi ini. Ia pun menuturkan awalnya hanya ikut latihan squash bersama kontingen Sumedang lainnya. Hingga akhirnya ia pun mendapat tawaran ikut Porprov Jawa Barat ke XIV.

Baca Juga:  Dosen dari 3 Prodi UM Bandung Dampingi dan Latih UMK tentang Perizinan Usaha hingga Digital Marketing

“Sebetulnya aku bermain bulutangkis, tapi karena (tim squash) kurang pemain, akhirnya aku ikut latihan,” ungkapnya via pesan singkat, Rabu 23 November 2022.

Lebih jauh Afifah mengatakan bahwa pada pertandingan ada sebanyak sebelas kontingen kabupaten dari seluruh Jawa Barat yang mengikuti cabang olahraga squash.

”Sistem perlombaannya itu setengah kompetisi. Jadi, setiap kontingen akan berada di suatu grup dengan perolehan sistem poin,” terang mahasiswa UM Bandung angkatan 2022 ini.

Butuh ketekunan

Butuh waktu satu tahun lebih bagi Afifah untuk mempelajari olahraga squash. Belum lagi ditambah dengan latihan yang lumayan berat dan menguras tenaga yang harus dilewati.

Baca Juga:  Hadapi Teknologi yang Kian Pesat, Rektor UM Bandung Sebut 4 Kemampuan Ini Harus Dikuasai

”Latihan mulai dari fisik sampai mental itu lumayan berat dibandingkan dengan bulu tangkis,” kata perempuan asal Sumedang ini.

Bagi alumnus SMPN 1 Tanjungsari ini, Squash lebih mirip dengan tenis terutama dalam hal peralatan. Afifah menerangkan bahwa olahraga ini juga butuh tenaga dan fisik yang prima.

Berbeda dengan bulu tangkis, olahraga squash hanya perlu mencapai 11 poin untuk bisa meraih kemenangan. ”Cara mendapatkan poinnya itu bolanya tidak boleh mantul lebih dari sekali, kalau enggak, poinnya buat lawan,” terang Afifah.

Baca Juga:  Berkeliaran dan Meresahkan, Kang Yana Nyatakan Perang Terhadap Renternir!

Jadi motivasi

Afifah berharap dengan dengan torehan prestasinya ini bisa membuatnya lebih rajin dan semangat dalam latihan untuk terus menuai prestasi-prestasi lainnya.

Dirinya juga berharap bisa mengikuti gelaran pekan olahraga nasional (PON) pada 2024 mendatang tentu dari cabang olahraga squash.

”Mungkin dengan jarangnya peminat pada cabor ini, semoga saja aku bisa mengikuti PON 2024 melalui olahraga squash,” tandasnya.***(FK)

No More Posts Available.

No more pages to load.