News

Innalillahi! Usai Disuntik Vaksin Tahap Dua, Guru Honorer SMAN 1 Cisolok Sukabumi Lumpuh

×

Innalillahi! Usai Disuntik Vaksin Tahap Dua, Guru Honorer SMAN 1 Cisolok Sukabumi Lumpuh

Sebarkan artikel ini
Kondisi Susan Antela, Guru Honorer SMAN 1 Cisolok setelah divaksin Covid-19 di Puskesmas Cisolok. (Foto: Radarsukabumi.com).

BANDUNGMU.COM – Dikutip dari Radarsukabumi.com, seorang guru honorer yang mengajar di SMAN 1 Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mendadak lumpuh usai menerima suntik vaksin kedua Covid-19. Hal ini diketahui lewat postingan akun media sosial Facebook Rudi Ripandi yang kini viral.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menyebut bahwa belum bisa memastikan kebutaan dan kelumpuhan yang dialami Guru SMAN 1 Cisolok Susan Atela akibat vaksinasi Covid-19.

”Kami belum bisa memastikan penyebab kebutaan dan kelumpuhan yang dialami guru SMAN 1 Cisolok itu akibat vaksinasi atau bukan. Saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh para ahli dan dokter di RSHS Bandung,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi Harun Al Rasyid.

Menurut dia, penanganan kasus lumpuh dan butanya guru SMAN ini merupakan kewenangan dari Komda dan Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Selain itu, Pokja KIPI masih melakukan investigasi atas kejadian itu. Sebab, disfungsi beberapa bagian tubuh yang dialami Susan terjadi setelah menjalani vaksinasi tahap II sekitar satu bulan yang lalu.

Baca Juga:  Pentingnya Optimalisasi Promosi Kampus Muhammadiyah-Aisyiyah Secara Digital

Oleh karena itu, lanjut Kadinkes, sebelum ada hasil dari investigasi yang dilakukan Pokja KIPI, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan keterangan apakah yang dialami Susan sekarang ini akibat vaksin atau lainnya.

”Kami akan adakan konferensi pers setelah ada hasil investigasi, sampai saat ini pun petugas dinkes dan puskemas tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan Susan,” terang Harun.

Sementara itu, mengenai masalah ini, Ketua Pokja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Eni Rahmawati, mengaku sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan tembusan laporan dari Komda ataupun Komnas, hasil investigasi dari pada ahli.

Kronologis kejadian

Paman korban, Opi Sulistiwa menjelaskan, kelumpuhan dan gangguan penglihatan yang dialami keponakannya itu, setelah disuntik vaksin Covid-19 yang kedua pada 31 Maret 2021 lalu.

”Awalnya setelah divaksin kedua, sepuluh menit sudah mengalami pusing-pusing, mual, dan lemas. Kemudian dibawa ke rumah sakit Palabuhanratu,” kata Opi kepada awak media di kediaman Susan, di Kampung Pasir Talaga, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok.

Baca Juga:  Puisi Ini Yang Membuat Nurul Apriananda Raih Perak dalam Lomba Puisi Tingkat Nasional

Dari RS Palabuhanratu, sambung Opi kemudian sore harinya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dengan menggunakan ambulans dan didampingi perawat RS Palabuhanratu. Susan sempat dirawat inap selama 23 hari di RSHS Bandung.

”Saya sempat ngobrol dengan dokter dan menjelaskan kondisi seperti itu setelah divaksin. Kata dokter juga iya karena divaksin. Sempat mau cek lab kedua, cuma peralatan kurang lengkap dan disuruh hasilnya dibawa ke Rumah Sakit PON (Pusat Otak Nasional) Jakarta,” paparnya.

Belum sempat dibawa ke sana, Susan sudah bisa ditangani. Lanjut Opi dokter juga mengatakan, saluran saraf mata ke otak Susan ada inveksi. Namun, kondisi sekarang dibandingkan dengan sebelumnya sudah mulai ada perubahan.

”Kondisi dibandingkan datang ke RSHS, awal ngomong tidak bisa, tangan tidak bisa digerakkan, sama kaki gak bisa digerakkan, mata juga sangat buram.”

Baca Juga:  Inilah Sultan Hamid II, Perancang Burung Garuda Lambang Negara

”Setelah dirawat dan penanganan di RSHS selama 23 hari, alhamdulillah, tangan dan kaki sudah bisa digerakkan, cuma matanya belum bisa normal dan kaki belum bisa berjalan sama sekali,” imbuhnya.

Opi bersama keluarga berharap, Susan bisa kembali sembuh seperti biasanya dan menjalankan aktifitasnya sebagai tenaga pendidik di SMA Negeri 1 Cisolok. Selain itu mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk biaya pengobatannya.

”Keluarga tadinya ini menganggap musibah, tetapi karena ada sebabnya habis divaksin, kami berharap tentu agar Susan bisa cepat sembuh. Biaya sulit, karena untuk biaya pengobatan menggunakan BPJS Mandiri. Kami juga berharap pemerintah maupun dinas terkait agar membantu semaksimal mungkin agar Susan bisa sembuh,” tandasnya.

Saat ini kondisi Susan terbaring lemas di kasur, sanak keluarga dan kerabat susan berdatangan silih beganti menjenguk Susan.***