PMB UMbandung
Life Style

Tren “Skincare Dinner” Ubah Cara Pandang Perawatan Kulit

×

Tren “Skincare Dinner” Ubah Cara Pandang Perawatan Kulit

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

Tren “Skincare Dinner” menjadi fenomena global yang mengubah cara masyarakat memandang kecantikan dan kesehatan kulit. Di platform TikTok, tagar ini mencatat lebih dari 95 juta tayangan dan mendorong pengguna menyiapkan menu makan malam bernutrisi untuk kulit.

Melalui konten tersebut, para kreator menjelaskan manfaat setiap bahan makanan yang mereka konsumsi. Aktivitas ini kemudian memicu diskusi luas tentang peran nutrisi dalam perawatan kulit.

Perawatan Kulit Tak Lagi Sekadar Produk

Konsep sederhana ini perlahan menggeser paradigma industri kecantikan dan wellness. Perawatan kulit kini tidak hanya mengandalkan serum atau masker, tetapi juga memperhatikan asupan nutrisi harian.

Perubahan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran konsumen bahwa kesehatan kulit berawal dari dalam tubuh. Oleh karena itu, pola makan menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan diri.

Tren Holistik yang Terus Berkembang

Berdasarkan laporan NellyRodi Beauty Trends edisi November 2025, tren “Skincare Dinner” tidak bersifat sesaat. Laporan tersebut mencatat peningkatan minat konsumen terhadap pendekatan holistik yang menghubungkan nutrisi dan kesehatan kulit.

Baca Juga:  Gen Z Dorong Perubahan Arah Tren Fashion Sepanjang 2025

Pendekatan ini menunjukkan bahwa konsumen modern semakin selektif dan mencari solusi jangka panjang. Mereka tidak lagi bergantung pada hasil instan.

“Skincare dinner mengingatkan kita bahwa kecantikan kulit tidak dimulai dari produk topikal, tetapi dari nutrisi yang masuk ke dalam tubuh,” ujar seorang praktisi wellness yang aktif membagikan konten edukatif.

Nutritional Beauty Jadi Perhatian Utama

Popularitas tren ini juga terlihat dari tagar #skinfood yang telah melampaui 80 ribu unggahan. Para pengguna membagikan menu dengan bahan seperti alpukat, berry, salmon, dan sayuran hijau.

Setiap bahan dipilih karena kandungan nutrisinya. Alpukat mengandung lemak sehat, berry kaya antioksidan, salmon tinggi omega-3, dan sayuran hijau sarat vitamin serta mineral.

Baca Juga:  Malas Gerak di Luaran? Kamu Bisa Coba 5 Tips Olahraga di Rumah Ini

Transparansi dan Edukasi Konsumen

Selain tren visual, transparansi dan edukasi menjadi aspek penting dalam fenomena ini. Konsumen kini lebih kritis dan mencari informasi berbasis sains, bukan sekadar promosi.

Laporan Mintel’s 2025 Global Beauty and Personal Care Trends menyoroti meningkatnya fokus pada kenyamanan dan emotional wellbeing. Industri kecantikan mulai mengedepankan pengalaman sensoris yang menenangkan dan menutrisi.

Dampak Tren di Indonesia

Di Indonesia, tren ini mulai memengaruhi industri kuliner dan kecantikan. Sejumlah wellness café dan restoran di Jakarta, Bandung, dan Surabaya menghadirkan menu ramah kulit.

Ahli gizi dan pakar kecantikan juga mulai berkolaborasi menyusun rencana makan yang mendukung kesehatan kulit. Kolaborasi ini memperluas pemahaman masyarakat tentang hubungan nutrisi dan kecantikan.

Baca Juga:  Inilah Marina Budiman, Salah Satu Orang Terkaya Indonesia

Seorang kreator kecantikan di Jakarta membagikan pengalamannya setelah menjalani pola makan ini secara konsisten. Ia mengaku merasakan perubahan tekstur kulit yang lebih halus dan sehat.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Fenomena ini menegaskan bahwa milenial dan Gen Z semakin memilih pendekatan jangka panjang dalam merawat kulit. Mereka meninggalkan solusi instan dan beralih ke gaya hidup holistik.

Meski peluang pasar kecantikan holistik terus tumbuh, tantangan edukasi tetap menjadi perhatian. Pemerintah dan lembaga terkait perlu memastikan informasi nutrisi dan klaim kesehatan tersampaikan secara tepat.

Tren “Skincare Dinner” memperlihatkan bahwa kecantikan modern merupakan perpaduan sains, wellness, dan kesadaran diri. Konsumen kini semakin cerdas, kritis, dan menuntut transparansi dari merek yang mereka pilih.

***(IK22/Salma)

 

 

PMB UMBandung