UMBandung
Edukasi

Kuliah di Kampus Muhammadiyah Ini Bisa Lulus Tanpa Skripsi

×

Kuliah di Kampus Muhammadiyah Ini Bisa Lulus Tanpa Skripsi

Sebarkan artikel ini
Foto: Muhammadiyah.or.id

BANDUNGMU.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merespon positif kebijakan Kemenristekdikti tentang standar penelitian di perguruan tinggi nasional.

“UMS menyambut positif kebijakan itu,” papar Wakil Rektor I UMS, Bidang Akademik Harun Joko Prayitno, Selasa, (28/09/2021), dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Harun mengungkapkan kebijakan tersebut mengacu pada SK Rektor UMS Nomor 155/II/2017 tentang bimbingan tugas akhir/skripsi, Permenristek Dikti RI Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penelitian, dan Permendikbud RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi.

Disebutkan pula, kebijakan baru lulus tanpa skripsi ini melalui subsidi publikasi bereputasi Internasional. “Program ini diharapkan mampu menumbuhkan inovasi dan mendorong pengembangan talenta dari lulusan program sarjana,” ujarnya.

Baca Juga:  Dadang Kahmad: Olympicad Jadi Jembatan Menuju Sekolah Muhammadiyah Yang Unggul Berkemajuan

Ia juga memaparkan, syaratnya wajib melakukan dan menyusun Tugas Akhir (TA) berupa Karya Tulis Ilmiah (KTI). Bagi sarjana (S-1) berupa Karya Tulis Ilmiah, tesis untuk program magister (S-2), dan disertasi bagi mahasiswa program doktor (S-3).

Kemudian, ia menegaskan bahwa fokusan dari bimbingan tugas akhir atau karya tulis ilmiah ini, diarahkan pada salah satu luaran atau Outcame Based Education (OBE).

Bentuk luaran program ini adalah salah satu bentuk nyata proses akademik yang dihaslikan mahasiswa dalam konteks Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan dinyatakan layak berdasarkan kriteria yang ditetapkan untuk mendapatkan dukungan bantuan pendanaan dari Program Talenta Inovasi Indonesia.

Baca Juga:  Dirjen Pendis Kemenag: Ubah Pola Pikir Kita Menulis itu Sederhana

“Selain mahasiswa bebas skripsi, mereka juga mendapat bantuan pendanaan publikasi,” katanya.

Program ini mengacu pada pedoman program talenta inovasi Indonesia yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek pada 2021. Tujuannya yakni mendukung lahirnya ide-ide atau kreativitas cemerlang para mahasiswa yang dapat menyelesaikan masalah bangsa dan dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Hal ini sejalan dengan penetapan program OBE UMS Juni 2021. “Pembelajaran UMS berbasis OBE pada prinsipnya merupakan konkresitasi dari Pengembangan Talenta Inovasi Indonesia (PTII) sebagaimana edaran dan panduan PTII tersebut,” tegasnya.

Baca Juga:  Pelatihan Multitalent BTM Mujahidin: Pembekalan Keterampilan dan Regenerasi Tunas Muda Kader Dakwah Muhammadiyah

Ia juga berpesan, “Dengan demikian mahasiswa dapat menyelesaikan studinya sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya. Selain itu program ini untuk memayungi mahasiswa yang ingin menggunakan alternatif lulus tanpa skripsi,” pungkasnya. (Muhammadiyah.or.id).

PMB UM Bandung