Kuy, Bareng-bareng Nulis untuk Mahasiswa

oleh -

Wahyudin Darmalaksana, Pegiat Kelas Menulis di UIN Sunan Gunung Djati Bandung

BANDUNGMU-Anak-anaku sekalian, dulu bapak gak suka menulis. Kalau ingin bisa sih jelas ingin. Sekarang juga belum pinter-pinter amat. Masih terus belajar. Nah, kalau belajar besama kayaknya seru, dibanding belajar sendiri. Pertama yakini menulis itu bukan bakat. Tapi keterampilan. Kalau keterampilan, berarti kita bisa latihan.

Ikuti Panduan

Ada cara yang cepet bisa loh. Caranya ikuti panduan. Lau kita periksa bareng-bareng apakah hasil latihan udah sesuai dengan panduan. Kalau diperiksa bareng-bareng pasti ketemu bagian mana yang belum sesuai. Tidak perlu terburu-buru. Paling penting ada kemajuan. Bisa juga kita bikin deadline. Jadi ada tahapan untuk menyelesaikan.

Kalau gak Covid bisa lebih seru tuh. Kita bisa bikin camp atau pengasingan menulis. Di pulau atau di tempat yang sejuk. Asal sepulang dari situ jadi naskah artikel. Kalau punya naskah artikel, kita bisa daftar konferensi. Di dalam negeri atau di luar negeri. Dulu sebelum Covid sehabis konferensi biasanya ada city tour. Jadi tambah ilmu juga tambah pengalaman.

Melangkah Bersama

Sekarang juga banyak konferensi melalui Zoom. Sertifikatnya berharga. Di konferensi kita presentasi artikel. Diulas oleh sejawat. Hasil konferensi dipublikasikan di jurnal ilmiah. Paling utama, anak-anaku sekalian harus saling support. Kalau ada teman yang maju, dukung. Beri semangat dan apresiasi biar tambah maju. Lalu kita ikuti jejaknya.

Kalau bareng-bareng pasti semua bisa. Lagi pula untuk apa sendiri-sendiri. Kita akan melangkah jauh ke depan. Jadi melangkah bareng-bareng. Yuk, kita latihan menulis bareng ya!

Bandung, 16 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *