UMBandung
News

Mahasiswa dari Kampus Muhammadiyah Wajib Miliki Tiga Keunggulan

×

Mahasiswa dari Kampus Muhammadiyah Wajib Miliki Tiga Keunggulan

Sebarkan artikel ini
Foto: muhammadiyah.or.id.

BANDUNGMU.COM, Gorontalo — Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah mewajibkan setiap mahasiswa yang lulus memiliki tiga keunggulan, demikian disampaikan oleh Pak AR. Pesan tersebut diulang oleh Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, pada Selasa (11/06/2024), seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, dalam acara Wisuda Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

Menurut Agus, keunggulan pertama yang harus dimiliki oleh alumni PTMA adalah dalam bidang moral dan spiritual. Hal ini karena dalam era saat ini kunci untuk bisa bertahan dan sukses di dunia kerja bukan hanya ditentukan oleh Indeks Prestasi (IP) yang biasa, bahkan lulus dari perguruan tinggi ternama pun tidak menjamin posisi yang tinggi. Lebih pentingnya adalah nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat.

“IP hanya berada di peringkat nomor 16, bahkan lulus dari universitas ternama pun berada di peringkat nomor 20 ke bawah. Namun, moral dan spiritual menjadi kunci yang sangat penting,” jelasnya. Mengingat tingginya tingkat korupsi di Indonesia, Agus menegaskan bahwa apa yang dibutuhkan bangsa ini bukan hanya orang-orang pintar dengan IPK tertinggi, tetapi yang lebih penting adalah orang-orang yang jujur dan berakhlak baik.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi yang memiliki moral dan spiritual yang baik akan menjadi penyangga yang kuat dalam mencegah perilaku korupsi ketika mereka diberi tanggung jawab di jabatan publik. “Dalam pandangan Pak AR, keunggulan dalam moral dan spiritual tidak bisa dipisahkan dari kurikulum pembelajaran di perguruan tinggi Muhammadiyah,” tambahnya.

Baca Juga:  Apresiasi dan Tingkatkan Semangat Literasi, UPT Perpustakaan UM Bandung Berikan Penghargaan Kepada Pemustaka

Keunggulan kedua yang mutlak dimiliki adalah intelektualitas, karena sebagai lulusan perguruan tinggi, mereka memiliki kewajiban untuk menguasai ilmu pengetahuan. Namun, tidak kalah pentingnya adalah kemampuan untuk berperan aktif dalam masyarakat. “Ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka harus mampu memberi kontribusi positif. Lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah tidak boleh menjadi beban di mana pun mereka berada, tetapi harus mampu memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk kebaikan bersama,” paparnya.***

PMB UM Bandung