Life Style

Mengenal Intermittent Fasting, Diet dengan Berpuasa

×

Mengenal Intermittent Fasting, Diet dengan Berpuasa

Sebarkan artikel ini

Apa Itu Intermittent Fasting

Intermittent Fasting (IF) atau puasa intermittent merupakan pola diet yang mengatur waktu makan, bukan jenis makanan yang dikonsumsi. Pola ini membantu seseorang mengendalikan kebiasaan makan agar lebih teratur dan sehat.
Meskipun menggunakan istilah “puasa”, IF tetap memperbolehkan konsumsi air putih karena air tidak mengandung kalori dan justru menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Manfaat Intermittent Fasting

Berdasarkan informasi dari keslan.kemkes.go.id, Intermittent Fasting memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Pertama, IF membantu tubuh membakar lemak. Saat asupan kalori berkurang, tubuh langsung menggunakan lemak sebagai sumber energi cadangan.
Kedua, IF mengurangi risiko inflamasi. Ketika tubuh berhenti menerima asupan kalori dalam jangka waktu tertentu, sel-sel memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan meredakan peradangan.
Ketiga, IF menurunkan risiko resistensi insulin. Dengan membakar cadangan energi yang tersimpan, sel-sel tubuh kembali merespons insulin secara optimal.
Selain itu, IF menjaga kesehatan jantung. Pola makan ini membantu mengontrol kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, sehingga risiko penyakit jantung menurun.
Tak hanya itu, IF berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker. Pembatasan energi memungkinkan tubuh mengenali dan menghancurkan sel-sel abnormal sejak dini.
Terakhir, IF mendukung proses detoks alami tubuh. Selama puasa, tubuh menjalankan proses autophagy, yaitu mekanisme daur ulang sel rusak untuk menghasilkan energi baru.

Metode Intermittent Fasting

Berbagai metode Intermittent Fasting dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh.
Metode 16:8 membatasi waktu makan selama 8 jam dan mengatur puasa selama 16 jam setiap hari. Pemula dapat memulai dengan pola 14:10 atau 12:12 agar tubuh beradaptasi secara bertahap.
Metode Eat-Stop-Eat mengatur puasa penuh selama 24 jam dalam satu minggu. Seseorang dapat mulai berpuasa pada pukul 20.00 dan kembali makan pada pukul yang sama keesokan harinya.
Metode 5:2 mengizinkan seseorang makan normal selama lima hari dan menjalani puasa penuh selama dua hari dalam seminggu.

Baca Juga:  Wardah Glossicle Peptide Balm Jadi Tren 2025, Lip Balm Glossy Favorit Gen Z

Setiap individu perlu menyesuaikan metode IF dengan kondisi tubuhnya. Oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan. Selain mengatur durasi puasa, seseorang juga perlu memilih makanan sehat saat berbuka agar manfaat IF dapat dirasakan secara maksimal.***(IK22/Andrian)