Mimpi Bertemu Rasulullah? Begini Penjelasan Ulama Muhammadiyah

oleh -
Mimpi bertemu Rasulullah? Begini penjelasan ulama Muhammadiyah.*** (Foto: media.istokphoto).

BANDUNGMU.COM — Ada banyak hadis sahih yang meriwayatkan mimpi bertemu Rasulullah. Dalam hadis-hadis tersebut disebutkan bahwa siapa pun yang bermimpi melihat Rasulullah, sungguh orang itu telah melihat Rasulullah sebab setan takan mampu menyerupai tubuhnya.

Namun, ada kecaman serius dari Rasulullah bila mengaku-ngaku bertemu dengannya dalam mimpi. Bahwa barangsiapa yang berdusta, kata Rasulullah, orang itu telah mengambil tempat duduk di neraka.

Menanggapi hadis tersebut, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid, menyatakan bahwa orang yang bertemu dengan Rasulullah dalam mimpi merupakan anugrah dari Allah Swt.

Namun, ajengan asal Garut ini mengatakan bahwa pengalaman tersebut tidak perlu disampaikan kepada publik lantaran dikhawatirkan menimbulkan pemahaman yang lain.

“Biasanya Muhammadiyah tidak membahas perihal yang seperti itu karena dikhawatirkan menimbulkan pemahaman yang lain. Bahwa misalnya itu terjadi, orang Muhammadiyah tidak terbiasa mengungkap hal itu,” tuturnya.

Baca Juga:  Mushaf Sundawi

Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ini Wawan menjelaskan bahwa pertemuan seseorang dengan Rasulullah dalam sebuah mimpi merupakan pertanda dari penghayatan religius dan bagian dari kesadaran irfani.

Ia juga menuturkan bahwa ulama besar sekelas Ahmad Dahlan pasti pernah merasakan pengalaman tersebut. Namun, dirinya memilih untuk tidak menyampaikannya pada khalayak ramai.

“Tidak mungkin Ahmad Dahlan tidak mengalami mimpi tersebut. Siapa yang meragukan kesalehan beliau? Namun, beliau lebih memilih untuk diam dan tidak menceritakannya kepada siapa pun,” imbuhnya.

Kalaupun seseorang pernah mengalami mimpi itu, kata Ajengan Wawan, silakan saja ceritakan. Hanya saja jika mencermati ulama-ulama Muhammadiyah, mereka tidak memiliki kebiasaan untuk mengumbar pengalaman tersebut.

Baca Juga:  Hanya Orang Beriman yang Gemar Memakmurkan Masjid

Bagi mereka menahan diri untuk tidak menceritakan mimpi bertemu Rasulullah seperti itu merupakan satu sikap ketawaduan. “Ketika tidak menceritakan mimpi bertemu Rasulullah, itu bagian dari ketawaduan, dirinya ingin memperkaya batin religiusnya,” tambahnya.

Ajengan Wawan juga menuturkan mimpinya seseorang dengan Rasulullah bisa dialami oleh siapa pun. Dalam kegelapan pun masih ada kesalehan sehingga mereka memiliki potensi untuk bertemu Rasulullah dalam mimpi.

“Apalagi orang saleh. Orang yang bertemu Rasulullah dalam mimpi itu anugrah, melepas rindu dengan kekasih Allah,” katanya.

Adakah ibadah khusus agar bersua dalam mimpi dengan Rasulullah?

Terkait dengan amalan-amalan khusus, sejauh penelaahan Ajengan Wawan, dirinya menegaskan bahwa tidak ada ibadah-ibadah khusus dengan tujuan agar bersua Rasulullah dalam mimpi.

Baca Juga:  FGM Jawa Barat Buka Diklat Guru Sains Berbasis Metode QS2

“Jangan mencari-cari ketemu Rasulullah karena dikhawatirkan seolah-olah menjadi keharusan dalam agama. Lebih baik kita mengamalkan apa yang sudah jelas perintah dan larangannya,” pungkasnya.

Sejalan dengan Ajengan Wawan, ulama Muhammadiyah lainnya, Tuan Guru Ruslan Fariadi, juga menyatakan pendapatnya perihal mimpi bertemu dengan Rasulullah.

Menurutnya, sekiranya seseorang memiliki kebersihan hati dan konsisten melaksanakan amalan-amalan saleh yang sudah jelas perkaranya, dia punya potensi besar bertemu Rasulullah dalam mimpi. Jika kesempatan bersua itu datang, Ruslan menegaskan agar memperbanyak syukur kepada Allah.

“Adab seseorang bermimpi bertemu dengan Rasulullah tentu harus bersyukur karena tidak semua orang bisa melihat beliau dalam mimpi. Itu kenikmatan dan karunia Allah bisa diberi kesempatan melihat wajah Rasulullah yang mulia,” kata Ruslan.***

_________________

Sumber: muhammadiyah.or.id

Editor: Feri A

No More Posts Available.

No more pages to load.