Minuman Tradisional ala Zaidul Akbar Penambah Imunitas Selama Pandemi

oleh -
Ilustrasi minuman tradisional. Ustadz dr. Zaidul Akbar memberikan resep minuman Super Ja Ku Se Ni yang sangat bermanfaat meningkatkan imunitas di saat pandemi Covid-19. /Pixabay/Vinzenz Lorenz M/.

BANDUNGMU.COM – Selama pandemi Covid-19 belum mereda, banyak orang mengandalkan ramuan atau minuman tradisional seperti jamu-jamuan atau berbagai jus buah untuk menjaga kesehatan sekaligus menambah imunitas.

Beberapa jenis minuman tradisional yang sempat naik daun dan dicari orang di antaranya, sekoteng, bandrek, bajigur, wedang uwuh, wedang ronde, STMJ, bir pletok, dan sebagainya.

Banyak orang yakin dengan khasiat minuman tradisional lantaran dibuat dengan rempah dan tanaman asli yang sejak lama dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan.

Terkait itu, ustadz dr. Zaidul Akbar ikut berbagi resep membuat minuman tradisional yang ia beri nama minuman Super Ja Ku Se Ni.

Singkatan Ja Ku Se Ni itu merupakan inti dari ramuan minuman tersebut yang terdiri atas jahe, kunyit, sereh, dan jeruk nipis.

Cara membuatnya sederhana seperti yang ia bagikan melalui kanal YouTube resminya, dr. Zaidul Akbar Official, 27 Juli 2021: siapkan segelas air panas. Masukkan jahe, kunyit, sereh, yang sudah diiris tipis. Kemudian aduk sebentar, lalu tambahkan jeruk nipis.

“Minuman ini kalau boleh saya katakan minuman yang sangat baik untuk Anda konsumsi di saat seperti sekarang lagi wabah kayak begini dan seterusnya ke depan,” tutur dr. Zaidul Akbar.

Menurut dia, minuman tersebut sangat baik untuk tubuh karena menghangatkan pencernaan dan menjaga imunitas.

Silakan klink link video berikut untuk menambah informasi dari sumber lain mengenai cara membikin minuman tradisional untuk menjaga kesehatan tubuh kita selama pandemi Covid-19.

“Saya memang sengaja tidak saring supaya kita bisa merasakan rasa asli dari produk-produk ciptaan Allah, yaitu jahe, kunyit, sereh, dan jeruk nipis,” ujarnya.

Sebetulnya, dr. Zaidul Akbar ingin menambahkan satu lagi bahan pelengkap, yaitu daun pandan. Akan tetapi karena belum sempat dicuci, ia tidak menambahkannya.

“Kalau menambahkan daun pandan bisa lebih dahsyat dan lebih asyik lagi,” ucap dr. Zaidul Akbar.

Sumber: Deskjabar.pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *