Oleh: Dadang Kahmad*
Alhamdulillah kita memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT bahwa kita masih diberi kesempatan dan kesehatan.
Umur kita bertambah dan berarti pula satu tahun umur kita terpotong. Sisanya makin sedikit dan semakin mendekati batas yang telah ditentukan Allah.
Oleh karena itu, usia tua merupakan anugerah Allah SWT sekaligus sebagai bukti dari amanah dan kepercayaan dalam menjalankan kehidupan ini.
Apakah dalam kehidupan satu tahun yang lalu kita (individu) lebih banyak bermanfaat bagi kehidupan manusia atau lebih banyak merugikan manusia.
Apakah dalam menghabiskan waktu satu tahun yang lalu kita (organisasi) telah banyak berbuat untuk menyejahterakan masyarakat. Hal tersebut perlu kita tekankan karena sesungguhnya inti dari keberagamaan kita adalah di sana.
Sekali lagi, bahwa inti dari kehidupan beragama manusia adalah mengakui eksistensi orang lain dan menghargai keberadaan status kehidupan mereka.
Orang lain tidak mungkin dianggap tidak ada sebab manusia hidup tidak bisa sendiri, tetapi selalu bergantung kepada keberadaan orang lain.
Di antara ajaran agama Islam yang paling utama setelah mengesakan Allah dan mengakui kerasulan Muhammad SAW adalah menghormati dan menganggap penting orang lain.
Nabi Muhammad mengatakan ukuran dari keimanan seseorang adalah sejauh mana orang itu menghormati dan mencintai orang lain.
Tidak beriman seseorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Sikap empathy adalah sikap seorang muslim yang mampu merasakan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain.
Kalau salah seorang dari tetangga, keluarga, mendapat musibah atau kesusahan maka kita seolah merasakan juga kesusahan mereka.
Dari sikap ini akan muncul dalam kesadaran kita untuk bertindak mengulurkan bantuan kepada mereka.
Rasulullah bersabda, “Hubungan sesama orang muslim layaknya sebuah tubuh, bilamana yang satu sakit, maka anggota tubuh lain pun akan merasakan sakit.”
Sekarang ini keadaan kehidupan masyarakat muslim di seluruh dunia tidak begitu menggembirakan. Kondisi umum mereka berada dalam titik terendah, pendidikan yang tidak baik, kesehatan yang kurang terpelihara, kemiskinan yang tidak kunjung sirna, dan peperangan.
Kemudian ditambah harga diri sebagai manusia sekarang terinjak-injak seperti yang menimpa rakyat Palestina di Gaza.
Di Indonesia sendiri setelah mengalami krisis akibat pandemi Covid-19 yang belum pulih dan dicoba oleh banyak musibah dan bencana sehingga makin banyak orang yang menderita.
Keadaan umum kaum muslimin tersebut sepertinya menantang kita untuk lebih meningkatkan kepekaan kita terhadap nasib mereka yang secara kebetulan kebanyakan berada di negara-negara masih berkembang.
Di Indonesia sendiri piramida antara orang kaya dan orang miskin terlalu tajam. Piramida yang terlalu lebar ke bawah sehingga hasil perolehan zakat dan pajak tidak mampu mengangkat tingkat kemiskinan yang begitu banyak.
Menurut rilis Persyerikatan Bangsa-Bangsa pada awal tahun 2025 bahwa penduduk Indonesia 60 persen berada dalam keadaan miskin.
*Ketua Pimpinan Pusat Muhamamdiyah
____
Sumber: SM edisi 16-31 Agustus 2025











