UMBandung
News

Dua Pekan Pasca Bencana Banjir dan Longsor, MDMC Fokus Tangani Desa Terisolir di Latimojong

×

Dua Pekan Pasca Bencana Banjir dan Longsor, MDMC Fokus Tangani Desa Terisolir di Latimojong

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM, Luwu – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, tetap konsisten tangani beberapa desa terisolir yang terdampak cukup parah di Kecamatan Latimojong.

Adapun jembatan utama di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong yang juga menjadi jalan kabupaten, masih dalam kondisi terputus. Hingga saat ini telah dilakukan pembersihan massal oleh MDMC, warga, dan pemerintah daerah.

Selain itu, dilaporkan juga bahwa masih ada delapan desa lainnya di Kecamatan Latimojong yang terisolir dan belum mendapatkan layanan penuh lantaran medan yang sangat curam disertai banyaknya titik longsor sehingga sulit dijangkau oleh mobil.

Baca Juga:  Majelis Dikdasmen PPM: Landasan Filosofis Kurikulum Merdeka Tidak jelas

Zulkifli, Koordinator Poskoor Muhammadiyah Luwu, menyebutkan bahwa MDMC Kabupaten Luwu saat ini berfokus memberikan layanan dan distribusi bantuan di daerah tersebut menggunakan motor trail.

Dengan bantuan tim relawan gabungan dari MDMC Wilayah Sulawesi Selatan, Zulkifli menyampaikan bahwa pihaknya berupaya konsisten menyalurkan bantuan berupa logistic, hygiene kit, dan makanan siap saji dari posko induk ke Kecamatan Belopa.

Selain itu, layanan kesehatan dan psikososial juga masih terus didirikan oleh MDMC Kabupaten Luwu mengingat banyaknya warga terdampak dari Kecamatan Latimojong yang mengungsi di kecamatan lainnya dan mengalami gangguan penyakit gatal-gatal serta saluran pernapasan atau ISPA.

Baca Juga:  Pandangan Muhammadiyah Soal Cadar

“Karena rumah warga banyak yang hancur dan hanyut terbawa longsor, makanya sampai saat ini warga masih mengungsi di kecamatan tetangga. Di lapangan, mungkin masih ada juga warga yang tidak terjangkau bantuan dari pihak lainnya,” ujar Zulkifli pada Selasa (21/05/2024).

Dirinya juga menyebutkan bahwa layanan kesehatan dari MDMC, dioperasikan di masing-masing titik posyan secara menetap dan terkadang mobile ke lokasi lainnya berdasarkan panggilan mendesak.***

PMB UM Bandung