PMB UMbandung
Opini

Perlu Rehat dari Media Sosial, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental Anak Muda

×

Perlu Rehat dari Media Sosial, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental Anak Muda

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

Media sosial kini menjadi bagian besar dari kehidupan anak muda. Ruang tanpa batas ini terus bergerak, penuh notifikasi, dan selalu menuntut perhatian. Di balik kelincahan jari, banyak anak muda sebenarnya menyimpan kelelahan yang jarang mereka ungkapkan. Mereka hidup dalam dua dunia: dunia nyata dan dunia yang mereka tampilkan di layar.

Masalahnya, dunia di layar sering memberi tekanan lebih keras. Foto yang dipoles, pencapaian yang ditonjolkan, dan budaya always on menciptakan kompetisi yang tidak terlihat. Banyak anak muda mulai merasa tertinggal dan cemas. Mereka kehilangan fokus dan perlahan meragukan nilai diri karena terus membandingkan hidupnya dengan versi “terbaik” milik orang lain.

Padahal, mengambil jeda tidak berarti menolak teknologi. Jeda membantu mereka menyadari bahwa hidup tidak harus selalu tampak sempurna. Validasi terpenting datang dari diri sendiri, bukan dari angka likes atau komentar. Dunia di luar layar memang bergerak lebih pelan, tetapi di sana banyak anak muda sering menemukan kembali ketenangan.

Baca Juga:  Jejak Hikmah Muktamar Muhammadiyah Ke-48 (Bagian 3)

Jika anak muda ingin menjaga kesehatan mental dan tetap jujur pada diri sendiri, mereka perlu berani menekan tombol pause. Bukan untuk meninggalkan media sosial, tetapi untuk memastikan bahwa algoritma tidak mengambil alih hidup mereka. ***(IK22/Miftahul)

 

 

PMB UMBandung