Di tengah arus dunia digital yang semakin melekat dalam keseharian, komunitas @Kitabisa Experience menghadirkan sebuah inisiatif menarik. Mereka meluncurkan program “digital detox” sebagai ruang jeda dari aktivitas layar yang berlangsung terus-menerus.
Melalui program ini, peserta secara sadar melepas gadget selama satu hari penuh. Mereka mengganti waktu layar dengan aktivitas nyata seperti berbincang, bermain gim kelompok, menulis jurnal, berjalan santai, atau membaca buku.
Gerakan ini bertujuan memberi ruang bagi pikiran dan tubuh untuk beristirahat dari dunia maya. Program ini juga mendorong peserta memperkuat koneksi sosial dan meningkatkan kesadaran diri.
Sejumlah komunitas dan kelompok mahasiswa mulai mengadopsi konsep “digital detox day” dan “digital detox weekend”. Mereka mengemas kegiatan tersebut dalam bentuk retreat, gathering, dan aktivitas offline yang mempererat interaksi langsung.
Digital detox tidak menolak teknologi. Gerakan ini mengajak masyarakat menyeimbangkan penggunaan perangkat digital agar tetap produktif, sehat secara mental, dan lebih sadar menjalani kehidupan nyata.***(IK22/Resna)












