BANDUNGMU.COM — Jawa Barat terkenal dengan surganya kuliner. Salah satu yang paling digemari yaitu sate maranggi.
Nikmatnya panganan jagoan Jabar ini terletak pada proses pembuatannya yang membuatnya gurih, manis, dan memanjakan lidah. Sebelum dibakar, potongan daging sapi lebih dulu direndam dalam bumbu khusus campuran kecap manis dan beberapa rempah. Sebagai pelengkap, sate maranggi biasa disantap dengan sambal tomat, sambal oncom, atau ketan bakar.
Saat ini, tak sulit untuk menemukan sate maranggi. Dua tempat populer langganan para penggemarnya ada di Purwakarta dan Cianjur. Meski berbeda wilayah, keduanya sama-sama memiliki cita rasa maranggi khas Jabar yang lezat dan selalu jadi incaran para wisatawan.
Sate maranggi yang paling digemari di Purwakarta adalah Sate Maranggi Hj. Yetty Cibungur. Berlokasi di Jalan Raya Cibungur Puwarkarta, Cibungur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Marangginya ternyata memiliki historinya sendiri.
Pasalnya, sang pemiliki, Hj. Yetty yang berusia 54 tahun itu bercerita rumah makan sate maranggi miliknya sudah berdiri sejak 1990-an. Awalnya bermula ketika dirinya sudah berumah tangga dan memiliki dua orang anak yang masih kecil-kecil, tetapi dia ingin memiliki usaha sendiri.
Ketika itu dipilihlah usaha rumah makan sate maranggi. Modal awal hanya Rp200.000 yang digunakan untuk membeli bahan baku dua kilo daging.
Seiring berjalannya waktu, penjualannya semakin meningkat. Menu andalannya tidak hanya sate maranggi, ada juga beragam sajian sate, mulai dari sate daging sapi, kambing atau domba, hingga ayam. Bahkan tersedia menu lain seperti es kelapa dan lainnya.
Sementara di Cianjur, Sate Maranggi Sari Asih menjadi yang paling terkenal. Kebulan asap hasil pembakaran dagingnya sering mengundang para pengunjung beramai-ramai datang ke kedainya yang berada di Jl. Raya Pacet, Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Sate Maranggi Sari Asih menawarkan dua pilihan sate yaitu sate maranggi tanpa lemak (Rp3.500 per tusuk) dan yang menggunakan lemak (Rp2.500). Satenya pun dihidangkan di atas piring dengan balutan daun pisang yang khas.
Rasa manis dan gurih dari potongan daging tebal sate maranggi, bercampur pedas dan asinnya sambal oncom tersebut terasa istimewa. Belum lagi ditemani satu balok ketan bakar yang harum dan mengenyangkan.***















