Kota Bandung kembali menjadi jendela gaya hidup anak muda Indonesia. Kali ini, tren thrifting atau belanja pakaian bekas berkualitas semakin populer di kalangan generasi Z dan milenial.
Anak muda menilai thrifting lebih hemat dan ramah lingkungan. Mereka juga memanfaatkannya sebagai ruang berekspresi lewat gaya berpakaian yang unik dan tidak pasaran.
Kawasan seperti Gedebage, Cimol Cicadas, dan Pasar Baru menjadi tujuan utama para pemburu thrift. Selain itu, toko thrift modern seperti curated thrift store, garage sale, dan pop-up market turut menarik perhatian. Kini, anak muda menjadikan thrifting sebagai bagian dari identitas mode Bandung.
Konten kreator lokal ikut mendorong tren ini. Mereka rutin mengunggah video “thrift haul”, “cara mencuci baju thrift agar aman”, hingga “tips mencari barang branded di Cimol”. Konten tersebut mengubah citra thrifting menjadi kegiatan yang keren dan bernilai ekonomi.
“Thrifting itu modelnya tidak pasaran, pilihannya banyak, dan harganya terjangkau,” ujar Jihan Fadhilah, influencer pecinta thrifting.***(IK22/Resna)






