News

UM Bandung Beri Edukasi Swamedikasi kepada Santri Lewat “Pesantren Sehat”

×

UM Bandung Beri Edukasi Swamedikasi kepada Santri Lewat “Pesantren Sehat”

Sebarkan artikel ini
UM Bandung bersama tim Synergy dan CSR ASTRA beri edukasi swamedikasi kepada santri melalui kegiatan "Pesantren Sehat" ASTRA selama dua hari dari Sabtu-Minggu (17-18/09/2022) (Dok Istimewa)

BANDUNGMU.COM — Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) bersama tim Synergy dan CSR ASTRA mengadakan kegiatan Pesantren Sehat ASTRA selama dua hari dari Sabtu-Minggu (17-18/09/2022).

Kegiatan ini berlangsung di dua tempat yakni Pesantren Riyadlul Ulim Tasikmalaya dan Pesantren Jalalen Garut.

Hadir dalam acara ini CSR ASTRA, tim Synergy, pengurus pondok, dan para santri kedua pesantren. Sebanyak 20 santri kedua pesantren mengikuti kegiatan tersebut.

Swamedikasi

Ketua program studi Farmasi UM Bandung apt Anis Puji Rahayu SFarm MSi hadir sebagai pembicara pada acara itu.

Baca Juga:  Lantik Dekan Farmasi, Rektor UM Bandung Ajak Sivitas Akademika Bekerja dengan Amanah

Ia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mencetak kader kesehatan dari kalangan para santri.

”Para santri nantinya akan memahami dan dapat menangani masalah kesehatan di lingkungan pesantren,” ucap Anis.

Anis memaparkan materi terkait swamedikasi di hadapan para santri. ”Swamedikasi nantinya menjadi upaya pengobatan pada gejala atau penyakit ringan yang ada pada para santri,” tuturnya.

Pada pengobatan Swamedikasi sendiri, kata Anis, para santri menggunakan obat dengan golongan obat bebas dan obat bebas terbatas.

Baca Juga:  Sesuaikan Kebutuhan, Mahasiswa Farmasi UM Bandung Ciptakan Hijab Chanteliya

”Obat bebas dan bebas terbatas bisa kita beli di toko obat berizin atau apotek tanpa resep dokter,” kata Anis.

Dalam menerapkan Swamedikasi, ujar Anis, para santri perlu mengenali gejala sakit. ”Kemudian dari gejala santri dapat memilih obat apa yang sesuai untuk menangani penyakit itu,” tutur Anis.

Bekal santri

Anis menerangkan bahwa pemahaman soal swamedikasi menjadi penting bagi santri. Dengan demikian, para santri bisa menangani penyakit dengan gejala ringan sebelum berobat ke dokter.

Baca Juga:  RAPBN 2025 di Era Prabowo: Antara Anggaran Pendidikan dan Program Makan Bergizi Gratis

”Semoga para santri bisa memberikan edukasi dan konsultasi terkait swamedikasi untuk santri lainnya,” tandas Anis.***(FK)