News

Universitas Aisyiyah Surakarta Teguhkan Komitmen Dakwah Islam Melalui Baitul Arqam Pimpinan

×

Universitas Aisyiyah Surakarta Teguhkan Komitmen Dakwah Islam Melalui Baitul Arqam Pimpinan

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM, Klaten — Universitas Aisyiyah Surakarta (AISKA) merupakan amal usaha milik Aisyiyah yang bergerak di bidang pendidikan tinggi.

Kampus ini menjadi bagian dari upaya Aisyiyah dalam menggerakkan dakwah Islam melalui prinsip amar makruf nahi munkar, dengan tujuan utama mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Sebagai bagian dari jaringan Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah, keberadaan AISKA tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan semata. Lebih dari itu, ia menjadi wahana untuk melembagakan nilai-nilai Islam berkemajuan serta menjalankan misi organisasi.

Dalam sistem Persyarikatan, seluruh institusi termasuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) merupakan bagian integral dari gerakan dakwah dan ideologi. Oleh karena itu, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus berada dalam satu komando gerakan yang terstruktur dan menyatu.

Dengan melihat pentingnya kepemimpinan dalam mendorong perubahan dan pembangunan kampus, maka pemimpin di lingkungan AISKA haruslah seorang kader paripurna Muhammadiyah-Aisyiyah. Mereka adalah sosok yang telah melewati proses panjang dalam meniti karier dan mengikuti jenjang perkaderan yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Buku "Gerakan Islam Berkemajuan" Karya Haedar Nashir Siap Diluncurkan di Tanwir Muhammadiyah 2024

Untuk itu, AISKA menyelenggarakan Baitul Arqam Pimpinan. Baitul Arqam merupakan sebuah forum perkaderan utama yang bertujuan memperkuat visi, pemahaman ideologi, dan karakter kepemimpinan para pimpinan di lingkungan kampus.

Baitul Arqam ini disusun berdasarkan Sistem Perkaderan Muhammadiyah dengan penyesuaian terhadap kebutuhan aktual kampus. Di dalamnya, peserta dituntut untuk memiliki kompetensi pengetahuan, kemampuan analisis dan sintesis, serta ketajaman dalam merumuskan isu-isu strategis yang berkaitan dengan persoalan kebangsaan dan keagamaan, yang pada akhirnya akan memperkaya dan memajukan Persyarikatan.

Kegiatan ini digelar selama dua hari, pada Sabtu-Ahad, 26–27 April 2025, dengan mengusung tema “Wasatiyyah Islam dan Masa Depan Moderasi Beragama di Indonesia.”

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) AISKA Sri Hartini menjelaskan bahwa tema tersebut diangkat karena melihat fenomena moderasi beragama di Indonesia yang kerap tidak berada pada tempatnya. Ia menyebut adanya kecenderungan moderasi dijadikan alat untuk mereduksi ajaran agama, bahkan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Baca Juga:  Kondisi Masyarakat Sebelum KH Ahmad Dahlan Mendirikan Muhammadiyah

Sri Hartini menegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara agama maupun negara sekuler, melainkan negara Pancasila. Oleh karena itu, tidak boleh ada satu pun agama atau kelompok keagamaan yang mendominasi ruang publik maupun sistem kenegaraan.

Namun faktanya, saat ini terdapat gejala menguatnya formalisasi agama dan semakin kuatnya pengaruh satu kelompok keagamaan tertentu yang mendikte kebijakan dan pandangan di ruang publik maupun institusi negara.

Menyikapi hal tersebut, Muhammadiyah dan Aisyiyah mengingatkan negara untuk bersikap adil dan moderat. Negara harus memberikan ruang yang setara bagi semua kelompok keagamaan, serta mendorong organisasi masyarakat Islam untuk memperkuat paradigma wasatiyyah secara objektif, tanpa paksaan atau intervensi dari pihak manapun.

Baca Juga:  Wakil Dekan FAI UM Bandung Kupas Tema Purifikasi dan Modernisasi Muhammadiyah di Acara GSM

Muhammadiyah juga menyerukan agar negara menjadi fasilitator bagi semua ormas keislaman dan ormas keagamaan lainnya, dengan memperlakukan mereka secara adil dan sesuai nilai-nilai Pancasila serta konstitusi negara.

Atas dasar pandangan dan prinsip tersebut, BPH AISKA merasa perlu membekali seluruh unsur pimpinan kampus dengan pemahaman yang utuh mengenai nilai-nilai wasatiyyah Islam.

Seluruh pimpinan, mulai dari rektor hingga ketua program studi, diwajibkan mengikuti kegiatan Baitul Arqam ini. Tak hanya itu, kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh anggota Badan Pembina Harian Universitas Aisyiyah Surakarta.

Selama pelaksanaan Baitul Arqam, peserta mendapatkan materi strategis dari berbagai narasumber yang mumpuni dalam bidangnya. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mampu memperkuat kepemimpinan internal kampus, tetapi menjadikan AISKA sebagai institusi dakwah yang tangguh dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam berkemajuan dan berkeadilan di tengah dinamika masyarakat.***(Chandra)