Universitas Muhammadiyah Bandung Sambut 1.700 Mahasiswa Baru

oleh -
Suasana pembukaan pekan sosialisasi dan orientasi mahasiswa baru (PESONAMU) UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung pada Rabu 21 September 2022 (Dok Promosi & PMB UM Bandung).

BANDUNGMU.COM, Bandung – Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) menyambut sebanyak 1.700 mahasiswa baru dalam pembukaan pekan sosialisasi dan orientasi mahasiswa baru (PESONAMU) di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung pada Rabu 21 September 2022.

Ribuan mahasiswa baru itu berasal dari 4 fakultas dan 18 program studi yang ada di UM Bandung. Mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah ini berbalut pakaian putih hitam dan duduk dengan tertib.

Dalam sambutan pembuka, Rektor UM Bandung Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto MSc IPU mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada 1.700 mahasiswa baru.

Rektor mengatakan agar mahasiswa baru dapat sungguh-sungguh menimba ilmu di UM Bandung dan menjadi islamic technopreneurial yang tangguh.

Rektor mengajak kepada mahasiswa baru untuk lebih semangat dan cerdas dalam mempersiapkan masa depan. Kemudian juga tidak kenal lelah dalam belajar dan tak bosan untuk meningkatkan skill kemampuan.

“Selain itu, saya juga berharap saudara sekalian terbiasa dengan teknologi, inovasi, dan melakukan perubahan-perubahan. Kita saat ini dituntut untuk mewujudkan apa yang telah menjadi cita-cita kemerdekaan bangsa kita,” tutur rektor.

Baca Juga:  Anjuran Mudik dan Muhammadiyah yang Selalu Junjung Ilmu Pengetahuan

Terakhir rektor berpesan agar mahasiswa baru UM Bandung bisa betul-betul memanfaatkan waktu selama empat tahun kuliah dengan maksimal. Misalnya dengan meningkatkan kapasitas dan membangun jejaring yang luas.

Harus bangga

Sementara itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Dadang Kahmad MSi mengatakan bahwa mahasiswa baru harus bangga bisa kuliah di UM Bandung.

Pasalnya, kata Dadang Kahmad, UM Bandung merupakan bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) yang saat ini jumlahnya sudah mencapai 171 seluruh Indonesia. Bahkan kampus Muhammadiyah sudah ada juga di Malaysia dan Australia.

“Anda merupakan bagian dari keluarga mahasiswa Muhammadiyah yang jumlahnya 580.000 di seluruh Indonesia. Di Papua, Manokwari, yang minoritas muslim pun (kampus Muhammadiyah) ada. Muhammadiyah merupakan sebuah organisasi (yang sudah berusia) 109 tahun dan organisasi Islam tersukses di dunia,” ungkapnya.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Cabang dan Ranting Harus Rajin Kenalkan Manhaj Muhammadiyah

Tokoh Muhammadiyah senior yang juga Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Bandung ini kemudian mengingatkan kepada para mahasiswa agar kuliah jangan hanya mencari ijazah, tetapi semata-mata niatkan untuk pembelajaran.

“Semangat belajar harus menggebu-gebu. Jangan hanya mengandalkan dosen, tetapi harus punya kemandirian untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber,” tandasnya.

Pada waktu yang sama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat KH Suhada mendoakan mahasiswa baru UM Bandung nantinya bisa lulus tepat waktu dengan prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi kader-kader terbaik Muhammadiyah.

KH Suhada mengatakan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan akan menjadi pemeran utama dalam membangun bangsa ke depan.

“Jadi, tidak mungkin bisa menjadi pemeran utama kalau kapasitasnya tidak memadai. Oleh karena itu, manfaatkan sebaik-baiknya bimbingan dari Pak Rektor, dari dosen-dosen, dan bimbingan dari tokoh-tokoh Muhammadiyah,” kata KH Suhada.

Baca Juga:  Perbedaan Musibah dan Azab

Self planning

Sementara itu di hadapan ribuan mahasiswa UM Bandung Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan motivasi soal Indonesia emas 2045.

“Saat ini kalian masuk usia produktif. Tahun Indonesia Emas itu adalah milik mahasiswa UM Bandung,” kata Muhadjir yang disambut tepuk tangan riuh ribuan mahasiswa.

Masa depan Indonesia, kata Muhadjir, bergantung pada mahasiswa baru yang saat ini menyiapkan sebaik-baiknya bekal kemampuan dan tetap produktif.

Berhasil menjadi manusia produktif akan menentukan masa depan Indonesia berikutnya. Generasi tua hanya mengantar saja. Tidak hanya mahasiswa, kata Muhadjir, tetapi pimpinan dan dosen juga harus bekeja keras untuk mencapai visi misinya

“Kalian semua harus punya self planning empat tahun selesai (kuliah). Perencanaan harus ketat. Insyaallah keluar dari UM Bandung akan terbiasa merencanakan diri dengan baik. Menentukan masa depan Indonesia ini, modalnya di samping pengetahuan dan akademik, yakni life skill,” tandasnya.***(FA/FK)

No More Posts Available.

No more pages to load.