UMBandung
News

Wisata Tersembunyi di Tengah Kota Bandung, Kampung Mural Bagus Rangin

×

Wisata Tersembunyi di Tengah Kota Bandung, Kampung Mural Bagus Rangin

Sebarkan artikel ini
MURAL menghiasi permukiman warga di kawasan Bagusrangin, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jumat, 24 Januari 2020.* /RAHMI NURFAJRIANI/PR

BANDUNGMU.COM – Gang yang tidak terlalu sempit, di sebuah kawasan tengah Kota Bandung, tampak menarik, dengan hiasan gambar di setiap rumahnya.

Bertempat di kawasan Bagus Rangin, wisata tersembunyi di Kota Bandung itu berada. Tepatnya di RW 07, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, warganya sedang bekerja sama memenuhi gang, dengan gambar mural di setiap temboknya.

Dinamai sebagai Kampung Wisata Mural Bagus Rangin, Bandung, yang terdiri dari beberapa gang tersebut, masih tampak beberapa rumah yang masih belum selesai di gambar.

Ketua RW 07, Kisno, di kediamannya, ia menyampaikan bahwa awal mula dibuatnya gang RW 07 ini menjadi sebuah kampung mural, dari Kang Acil Bimbo yang merupakan salah satu pendiri Jaga Lembur.

Kisno mengatakan, Jaga Lembur memiliki sebuah kegiatan yang bernama ‘Desaku Indah, Masyarakatku Betah’.

Baca Juga:  Pusat Studi Media Digital dan Kebijakan Publik UM Bandung Gelar Diskusi Media & Demokrasi

Ia juga menambahkan, bahwa Kang Acil memiliki keresahan mengenai kebudayaan yang semakin hari semakin ditinggalkan.

“Kenapa sih kok kebudayaan kita itu kurang diperhatikan oleh masyarakat kita sendiri,” ujar Kisno.

Hal tersebut yang menjadi awal mula Bagus Rangin khusunya RW 07 dibuat menjadi kampung mural.

“Akhirnya berpikir bagaimana caranya melalui Jaga Lembur itu Kang Acil untuk membenahi kampung-kampung, kebetulan RW 07 ini ditunjuk juga untuk mewakili kelurahan, Jaga Lembur tingkat kelurahan,” ujar Kisno.

Ia juga menuturkan bahwa, karena intinya dibangun kampung mural ini, untuk membuat kampung yang indah maka diperlukan kerja sama antarwarga.

Kusno juga menambahkan bahwa hal tersebut tidak semudah itu.”Untuk mendapatkan kampung yang bersih, yang nyaman, yang indah itu memang perlu sentuhan-sentuhan dari warganya sendiri,” tuturnya.

Ia juga menceritakan berawal dari program Kang Pisman yang sama-sama memiliki tujuan keindahan, saat ini RW 07 bekerja sama dengan Kang Acil Bimbo dari Jaga Lembur, IKAM (Ikatan Alumni Muslimin) yang diwakilan oleh Bu Inong.

Baca Juga:  Tari Merak Sunda dan Raden Tjetje Somantri

Sudah berjalan tiga minggu lebih hampir satu bulan, kawasan Bagus Rangin masih dalam proses pengerjaan.

Kisno mengharapkan bahwa ke depannya kampung RW 07 menjadi kampung, yang indah dan bersih, bahkan hingga dapat menjadi sebuah kampung percontohn bagi yang lainnya.

Namun baginya tidak mudah untuk menggerakan kerja sama antara warga, terutama dalam membangkitkan semangat bagi warganya.

“Apalagi kampung Bagus rangin ini bisa dikatakan sebuh kampung tapi berada di tengah-tengah kota, jadi kita senagaja kampung Bagus rangin ini menjadi bersih indah dan sebagainya, makanya mural itu salah satunya kita coba,” ucap Kisno.

Ia juga menceritakan, Rabu, 22 januari 2020, perwakilan dari Dinas Pariwisata Kota Bandung hadir ke kampung Bagus Rangin.

Baca Juga:  Kenalkan, Ini Akiat Sang Juara Dunia Layangan dari Kota Bandung

Sehingga, ia mengharapkan kampung Bagus Rangin selain menjadi kampung percontohan juga dapat menjadi Kampung Pariwasata.

Baru dibangun selama lebih dari tiga minggu, Kisno mengatakan bahwa untuk saat ini, Kampung Bagus Rangin untuk mencapai menjadi sebuah Kampung Wisata baru menginjak 30 persen.

RW 07 Bagus Rangin, Bandung ini terdiri dari 9 RT di mana tidak semua masyarakatnya selalu dirumah, ada yang bekerja atau bahkan karena cuaca yang tidak mendukung.

Hal tersebut yang menyebabkan pengecatan dan pebuatan gambar mural banyak tertunda.

“Sabtu Minggu biasanya ramai, warga bisa membantu, kemudian di gang 2 juga sama baru di RT 04 belum semuanya, apalagi di RT 06 belum sama sekali, jadi kalo di presentase kan 30 persen lebihlah,” tutur Kisno.***

Diolah dari Pikiran-Rakyat.com

Seedbacklink