Traveliana

Inilah 8 Tips Sebelum Liburan ke Situ Cisanti Bandung

×

Inilah 8 Tips Sebelum Liburan ke Situ Cisanti Bandung

Sebarkan artikel ini
Situ Cisanti (Foto: Google Maps)

BANDUNGMU.COM, Bandung — Menghilangkan kepenatan kerja dengan liburan tidak selalu harus mahal. Cukup mengunjungi Situ Cisanti, kamu dapat melepaskan semua beban yang menyebabkan stres dengan bahagia.

Situ Cisanti dahulu pernah menjadi tempat wisata yang terlupakan, tetapi sekarang keindahan Situ Cisanti kembali menarik perhatian. Hulu Sungai Citarum yang indah terletak di sana.

Sungai Citarum adalah sungai penting di Jawa Barat yang mengalir dari Bandung hingga Karawang, tetapi banyak yang tidak tahu di mana hulunya. Nah, hulu Sungai Citarum berada di Situ Cisanti, Bandung.

Lokasi Situ Cisanti berada di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Tempat ini dapat dicapai dalam perjalanan sekitar 2,5 jam dari Kota Bandung. Situ ini memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian Sungai Citarum.

Sebelum berlibur ke Situ Cisanti, penting untuk membaca panduan berikut agar liburanmu menjadi lebih menyenangkan dan dapat menikmati keindahan alam situ yang dikelilingi oleh hutan ini.

Persiapkan perjalanan yang panjang

Perjalanan ke Situ Cisanti dari Jakarta akan memakan waktu yang cukup lama. Kamu akan membutuhkan sekitar empat hingga lima jam perjalanan untuk mencapai objek wisata Situ Cisanti. Bagi yang berada di Bandung, perjalanannya memakan waktu sekitar dua jam.

Baca Juga:  Keluarga Besar Muhammadiyah Kabupaten Bandung Rutin Laksanakan STQ

Jika kamu berangkat dari Bekasi, kamu dapat menggunakan mobil dan melalui Tol Jakarta-Cikampek, lalu masuk ke Tol Purbaleunyi dan keluar di Tol Buah Batu. Setelah keluar tol, di pertigaan lampu merah, belok ke kanan menuju Jalan Raya Bojonsoang dan Jalan Raya Laswi.

Setibanya di daerah Ciparay, kamu dapat belok ke Jalan Raya Pacet dan terus ke Jalan Raya Cibeureum. Perjalanan dimulai dari wilayah Pacet dengan jalan berkelok-kelok dan ruas jalan yang hanya cukup untuk dua mobil.

Pastikan kamu tidak mudah mabuk selama perjalanan. Namun, kamu akan terpesona melihat pemandangan sepanjang perjalanan, termasuk sawah, gunung, kebun teh, dan hutan pinus.

Gunakan kendaraan yang dalam kondisi baik

Medan perjalanan berkelok, dengan tanjakan dan turunan. Pastikan kendaraanmu dalam kondisi optimal atau prima. Jika memungkinkan, gunakan kendaraan pribadi untuk mempersingkat waktu perjalanan.

Biaya wisata

Obyek wisata ini tidak terlalu mahal. Namun, setiap pengunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp12.000. Sementara itu, untuk kendaraan mobil dikenakan biaya Rp9.000 dan motor sebesar Rp4.000.

Kunjungi hingga sore hari

Waktu terbaik untuk mengunjungi Situ Cisanti adalah dari pagi hingga sore hari jika tidak ada hujan. Pada siang hari, kamu dapat mengabadikan keindahan Situ Cisanti dengan berfoto di spot-spot yang instagramable.

Baca Juga:  Memacu Adrenalin di Arung Jeram di Sungai Palayangan Pangalegan

Setelah itu, berkumpul dan menghabiskan waktu sampai sore hari sambil menyaksikan proses matahari terbenam. Jangan tinggal terlalu larut malam karena biasanya akan muncul kabut di malam hari dan udara akan semakin dingin.

Bawa makanan sendiri

Di area obyek wisata ini, terdapat beberapa warung dan penjual makanan di depan gerbang. Kebanyakan makanan yang dijual adalah makanan ringan seperti tahu goreng, mi rebus atau mi goreng, serta minuman kopi dan teh.

Namun, di dalam obyek wisata, kamu jarang akan menemukan pedagang. Hanya ada satu atau dua pedagang mie bakso yang bisa ditemui.

Oleh karena itu, lebih baik membawa bekal makanan dari rumah seperti piknik. Kamu dapat menyewa atau membawa tikar yang kemudian bisa diatapi di tepi danau. Setelah itu, kamu dapat menikmati bekal makanan yang kamu bawa sambil menikmati udara segar dan pemandangan danau dengan latar belakang gunung.

Bawa jaket

Hal yang penting untuk diingat adalah membawa pakaian hangat atau jaket. Udara di sana sangat segar, bahkan jika sudah sore, akan semakin dingin. Jika kamu tidak tahan dengan udara dingin, sebaiknya gunakan jaket hangat.

Baca Juga:  Yuk, Mengenal Cikapundung, Sungai Purba Yang Kini Semakin Modern dan Jadi Destinasi Wisata

Hormati kearifan lokal

Situ Cisanti memiliki kearifan lokal yang diwujudkan dalam sejarah yang kuat. Salah satu contohnya adalah adanya dua mata air yang mengalir ke Situ Cisanti.

Lokasi mata air ini merupakan tempat suci Raja Sunda, yakni Prabu Siliwangi. Kolam mata air ini dulu digunakan oleh Prabu Siliwangi untuk membersihkan tubuhnya. Hingga saat ini, kolam mata air ini sering digunakan oleh pengunjung untuk mandi dan membersihkan diri secara fisik maupun spiritual.

Untuk bisa mandi di sana, kuncen atau penjaga mata air yang akrab disapa Abah Atep mengingatkan agar pengunjung tetap bersikap sopan. Terutama saat mengunjungi atau mandi di kolam mata air tersebut.

Jaga kebersihan

Meskipun kamu diperbolehkan makan dan menggunakan tikar di situ, jangan lupa untuk menjaga kebersihan. Selalu buang sampah pada tempatnya atau kamu bisa membawa sampahmu hingga gerbang masuk Situ Cisanti.***

___

Sumber: detik.com/kompas.com

Editor: FA