PMB UMbandung
Life Style

Kisah Voice of Baceprot Eksis Bermusik di Tengah Stereotip Tentang Perempuan

×

Kisah Voice of Baceprot Eksis Bermusik di Tengah Stereotip Tentang Perempuan

Sebarkan artikel ini
Voice Of Baceprot. (Foto: Voice of Baceprot via Twitter).
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM — Grup band metal Voice of Baceprot (VoB) menceritakan kisah mereka saat melawan stereotip terhadap perempuan.

Menurut Marsya, sang vokalis, awalnya mereka kerap menerima kritikan bahkan diminta untuk berhenti bermusik karena dianggap tidak cocok dengan penampilan mereka.

“Paling banyak adalah yang menyuruh berhenti bermain musik. Kebanyakan orang berpikir kita kurang cocok untuk main musik yang keras dengan penampilan berhijab. Jadi orang-orang menyarankan untuk berhenti bermusik atau tetap bermusik tapi lepas hijab,” kata Marsya seperti dikutip dari ANTARA, Senin (07/03/2022) malam.

Baca Juga:  IMM Garut Gelar FGD Terkait Antisipasi Politik Identitas dan Pemanfaatan Rumah Ibadah dalam Pemilu 2024

“Banyak juga yang menyarankan untuk fokus di rumah saja. Hal-hal semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari kita,” lanjut Marsya.

Komentar-komentar negatif tersebut, kata Marsya, datang dari berbagai arah, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar mereka.

“Kalau dari keluarga, mereka menganggap profesi sebagai pemusik itu enggak bisa menjamin masa depan. Di lingkungan juga disangkanya kita mau menyebarkan pengaruh buruk,” ujar Marsya.

Meski demikian, Marsya dan rekan satu bandnya yakni Sitti dan Widi, tak menghiraukan komentar negatif tersebut karena merasa telah menemukan diri mereka di musik.

Baca Juga:  Nina Nurmila Siap Bawa UIN SGD Bandung Go Internasional

“Seiring berjalannya waktu, kita menemukan diri kita di musik. Kita memang sempat takut mengambil langkah, tapi kita akhirnya tetap yakin pada diri sendiri,” tutur Marsya.

“Kita memutuskan tetap jalan, karena kalau berhenti, justru itu yang mereka inginkan. Kita enggak mau menyerah karena ketakutan,” imbuhnya.

Meski musik metal terdengar keras, Marsya mengatakan yang terpenting dalam bermusik adalah pesan yang ingin disampaikan kepada para pendengarnya.

Menurut Marsya, musik metal banyak menyuarakan keadilan, isu kesetaraan, isu lingkungan, hingga isu kemanusiaan. Hal itulah yang membuat Voice of Baceprot tetap konsisten dengan musik tersebut.

Baca Juga:  Alone But Not Lonely: Tren Gen Z Menikmati Waktu Sendiri di Ruang Publik

“Kami berniat untuk memasukkan pesan-pesan baik termasuk kesetaraan gender dan hak-hak perempuan di musik kami. Kami percaya musik memiliki bahasa sendiri yang bisa menyentuh semua usia dan kalangan,” pungkas Marsya.***

PMB UMBandung