UMBandung
News

Abdul Mu’ti Jelaskan Empat Makna Amanah

×

Abdul Mu’ti Jelaskan Empat Makna Amanah

Sebarkan artikel ini
Foto: muhammadiyah.or.id.

BANDUNGMU.COM, Surakarta — Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus ditunaikan dengan baik.

Apa makna amanah itu? Amanah berarti bahwa seorang pemimpin memiliki kewajiban untuk bertindak dengan kejujuran, keadilan, dan kepedulian terhadap kepentingan yang dipercayakan kepadanya.

Seorang pemimpin, ungkap Mu’ti, harus mampu menghormati dan mempertimbangkan kebutuhan, harapan, dan kesejahteraan anggota kelompok yang dipimpinnya.

Allah berfirman dalam QS An-Nisa ayat 58: “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Baca Juga:  Ciri Haji Mabrur Menurut Al-Quran, Hadis, dan Ulama

Menurut Mu’ti, seperti dikutip dari muhammadiyah.or.id, Kamis 08 Juni 2023, di dalam Al-Quran, kata amanah disebut sebanyak enam kali dengan empat pengertian.

Pertama, amanah ialah kepercayaan (trust). Dalam konteks ini, amanah merujuk pada kepercayaan yang diberikan kepada seseorang untuk menjalankan tugas atau mengelola sesuatu dengan jujur, bertanggung jawab, dan adil.

Oleh karena itu, seorang pemimpin mesti menjaga kepercayaan ini dengan menghormati, memenuhi harapan, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai integritas.

Kedua, amanah adalah profesionalisme. Dalam konteks ini, seseorang diharapkan untuk menunjukkan kualitas kerja yang tinggi, menjaga integritas, menghormati kode etik profesi, dan berkomitmen terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

Baca Juga:  Ambasador Kebaikan: Lazismu Jawa Barat Gandeng Generasi Milenial Untuk Sebarkan Kebaikan di Masyarakat

Profesionalisme melibatkan sikap yang menunjukkan keseriusan, dedikasi, dan kemampuan untuk menjalankan tugas dengan baik dalam lingkungan kerja yang profesional.

Dalam kepemimpinan, kata Mu’ti, profesionalisme berarti memiliki keseriusan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Ketiga, amanah adalah bertanggungjawab. Bertanggung jawab berarti seseorang menyadari konsekuensi dari tindakan dan keputusan mereka, serta siap menghadapi akibat yang timbul.

Individu yang bertanggung jawab berusaha untuk melaksanakan tugas dengan baik, menghormati komitmen yang diambil, dan siap mengambil konsekuensi jika ada kesalahan atau kegagalan.

Baca Juga:  Berikut Daftar Calon Tetap Anggota PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2022-2026

Keempat, amanah adalah akuntabilitas dan transparansi. Konsep amanah tidak hanya mencakup tanggung jawab dalam menjalankan tugas, tetapi melibatkan aspek akuntabilitas dan transparansi dalam tindakan dan pengelolaan.

Dalam konteks kepemimpinan, tegas Mu’ti, makna ini mengindikasikan terbuka dan jujur.

“Amanah adalah kunci meraih kemenangan dan kesuksesan. Orang-orang yang sukses itu adalah mereka yang senantiasa memegang teguh janji dan amanah,” ucap Mu’ti.

Mu’ti menyampaikan hal tersebut dalam acara pengukuhan PDM dan PDA Kota Surakarta masa bakti 2022-2027 di Wisma Batari Surakarta pada Rabu (07/06).***

PMB UM Bandung