UMBandung
Islampedia

Beragama itu Mudah, Kenapa Dibuat Susah?

×

Beragama itu Mudah, Kenapa Dibuat Susah?

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.

BANDUNGMU.COM – Ada berbagai kalangan yang di dalam beragama merasa sempurna kalau bergama itu berat. Padahal Allah sudah memberikan rukhsah (keringanan) tetapi justru merasa kurang jika tidak beragama secara lebih berat.

“Padahal Alquran mengingatkan kita, Allah itu tidak menghendaki dan tidak menjadikan bagimu kesulitan dalam bergama itu paling tidak disebutkan dua kali di dalam Alquran,” tutur Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Sabtu 10 Juli 2021.

“Saya menemukannya di Surah Al-Maidah ayat 6 dan Surah Al-Hajj ayat 78,” lanjutnya.

Di dalam Surat Al-Baqarah yang kaitannya dengan puasa juga disebutkan “Allah itu menghendaki kemudahan bagimu dalam beragama dan tidak menghendakimu kesulitan dalam beragama”.

Mu’ti mengatakan sudah diberi kemudahan oleh Allah namun mencari yang susah dan seakan-akan kalau beragama tidak susah itu beragamanya tidak sempurna.

Mu’ti kemudian mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairah yang intinya Rasullah saw mengingatkan kita untuk tidak berlebih-lebihan dalam beragama.

Baca Juga:  Doa dan Musibah

“Agama itu mudah dan karena itu maka agama itu mudah maka jangan mempersulit karena nanti dia nanti akan dikalahkan oleh agama. Karena itu maka hendaknya jika kamu beragama itu kamu kerjakan agama itu menurut mestinya,” tutur Mu’ti.

Lebih lanjut, Mu’ti menerangkan bahwa dalam mengerjakan syariat yang semestinya dan senantiasa gembira dan senang dalam beragama. Janganlah merasa kalau susah itu beragama yang baik sedangkan ketika senang beragama seolah-olah tidak serius beragama.

Baca Juga:  Perkuat Literasi Alquran, Kunci Agar Dakwah Tidak Hanya Soal Larangan

“Hendaknya kamu juga senantiasa meminta tolong kepada Allah dan kemudian kita ini di dalam beragama jangan mencari susah karena kita diberikan kemudahan-kemudahan dalam beragama. Jangan berlebih-lebihan bahkan kadang-kadang untuk berlebih-lebihan itu kita mengarang sesuatu yang tidak ada tuntunannya di dalam syariat,” pungkasnya.

PMB UM Bandung