BANDUNGMU.COM, Bandung — Di tengah gaya hidup serba cepat dan pilihan kuliner yang semakin beragam, menjaga gula darah tetap stabil menjadi tantangan bagi banyak orang.
Namun, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menawarkan trik sederhana yang dapat membantu masyarakat tetap menikmati makanan lezat tanpa takut lonjakan gula darah. Tips ini ia bagikan melalui program Budi Gemar Sharing (BGS) yang diunggah di Instagram.
Dalam video tersebut, Menkes Budi menyoroti satu hal yang sering dianggap sepele: urutan makan. Ia menjelaskan bahwa konsep appetizer–main course–dessert yang biasa diterapkan di restoran bukan hanya soal estetika penyajian, melainkan berkaitan dengan cara tubuh memproses makanan.
“Kalau makannya langsung main course, naiknya cepat. Makanya mulainya harus appetizer dulu, usahakan sayur-sayuran,” ujarnya dalam video yang diunggah Kamis (27/11/2025).
Dalam demonstrasinya, Budi memperlihatkan langkah praktis menerapkan pola makan ideal. Ia memulai dengan sayuran sebagai tahapan pertama. Menurutnya, serat pada sayur membantu memperlambat penyerapan glukosa sehingga tubuh tidak “kaget” saat menerima karbohidrat.
Setelah sayuran, barulah protein dikonsumsi, misalnya telur. Karbohidrat seperti kentang atau roti dimakan paling akhir. Untuk penutup, ia menyarankan buah segar—dalam video tersebut ia memilih pisang.
Kebiasaan ini dinilai relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang saat ini menghadapi peningkatan kasus diabetes dan resistensi insulin.
Menkes Budi juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi makanan manis dalam keadaan perut kosong. Ketika tubuh langsung menerima gula tanpa adanya serat atau protein sebagai pelambat alami, gula darah dapat meningkat drastis.
Oleh karena itu, ia memberikan trik sederhana. “Kalau mau makan kue atau dessert, cemilin sayur dulu,” ujarnya.
Tips ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru itulah kelebihannya. Pola makan berurutan seperti ini bisa diterapkan di mana saja—di rumah, kantor, maupun ketika makan di luar. Tidak perlu diet ketat atau menghindari hidangan favorit; cukup ubah urutannya.
Di tengah gaya hidup modern yang padat dan penuh distraksi, langkah kecil semacam ini dapat membantu masyarakat menikmati makanan dengan lebih bijak—tetap enak, tetap sehat, dan tanpa rasa khawatir.
Melalui program BGS, Menkes Budi mengajak publik untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil yang paling mudah dilakukan.***(IK22/Furqon)






