Indonesia Alami Krisis Membaca, Dadang Kahmad: Perbanyak Membaca, Kurangi Main Medsos

oleh -
Indonesia krisis membaca, karena itu perbanyak membaca dan kurangi main medsos. Begitulah kata Prof Dr Dadang Kahmad dalam sambutan Pesonamu 2022 UM Bandung, Rabu 21 September 2022 di Auditorium KH Ahmad Dahlan (PMB & Promosi).

BANDUNGMU.COM — Tak ada yang menyangkal bahwa tingkat minat membaca orang Indonesia belum dapat bersaing dengan negara-negara lain.

Lalu, adakah upaya untuk meningkatkan minat baca, terutama di kalangan anak-anak muda di negeri ini?

Ada! Salah satunya mereka harus mengurangi bermain medsos dan mulai tekun membaca buku.

Itulah salah satu poin penting yang disampaikan Prof Dr Dadang Kahmad MSi dalam sambutan pembukaan Pesonamu 2022 UM Bandung.

Acara sosialisasi dan pengenalan kampus tersebut berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, UM Bandung, Rabu 21 September 2022.

Baca Juga:  UM Bandung Diharapkan Sekjen MUI Jadi Laboratorium Kader Ulama

“Main medsos apalagi whatsapp-an itu memang lebih asyik daripada membaca buku,” sentil salah satu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Padahal, lanjut Dadang, aktivitas membaca buku dapat mengantarkan seseorang meraih kesuksesan.

Lebih jauh, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Bandung itu mencontohkan beberapa tokoh yang sukses berkarier karena rajin membaca.

“Kepala Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, Kepala LLDIKTI, lalu Pak Herry Suhardiyanto, Rektor UM Bandung, mereka itu bisa sukses karena kebiasaan membaca,” sebut Dadang.

Baca Juga:  Indra Rudiansyah, Pemuda Asal Bandung di Balik Terciptanya Vaksin AstraZeneca

Sebab itu, ungkap guru besar sosiologi agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung bahwa seseorang tidak akan meraih sukses tanpa membaca.

Bahkan, tutur penulis buku Tarekat dalam Islam: Spiritualitas Masyarakat Modern Islam menyuruh umatnya untuk membaca.

“Hanya Islam yang memerintahkan jamaahnya untuk membaca, sedangkan agama lain tidak ada,” tegas pria kelahiran Garut itu.***(CH)

No More Posts Available.

No more pages to load.