Lembaga Penyiaran Publik Harus Populerkan Kesenian Tradisional

oleh -
Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet (Foto: Wildan Pratomo/RRI).

BANDUNGMU.COM – Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, berikan apresiasi setinggi-tingginya, bagi Gerakan Seni Tradisional (Gesit) Jawa Barat dan RRI Bandung yang telah mendorong kesenian tradisional khas Jawa Barat untuk tumbuh dan berkembang.

Dalam sambutannya di Final Pasanggiri Vokal Calung Gesit Jabar 2021, Adiyana mengungkapkan, tidak bisa dimungkiri saat ini di tengah keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi, kesenian tradisional asli Jawa Barat, mulai luntur di masyarakat khususnya generasi milenial.

“Kami dari KPID Jawa Barat memberikan apresiasi setinggi tingginya bagi Gesit dan RRI Bandung yang sukses berkolaborasi menampilkan pagelaran yang tidak hanya menonjolkan sisi kebudayaannya semata, tetapi dibalut dengan pemanfaatan teknologi saat ini yang memudahkan masyarakat bisa melihat langsung kegiatan tersebut, meskipun dari rumah. Tidak hanya itu, Gesit dan RRI menunjukan bahwa kesenian tradisional khas Jawa Barat masih memiliki hati di kalangan milenial dan perlu terus ditingkatkan lagi agar kesenian ini tidak pudar,” ungkapnya, Minggu (12/9/2021), dikutip dari rri.co.id.

Lebih lanjut dikatakan Adiyana, hal yang dilakukan Gesit dan RRI sangat sejalan dengan program KPI yang mendorong lembaga penyiaran publik memberikan ruang sebesar-besarnya bagi muatan lokal.

“Seperti dalam Undang Undang Nomor 32 tahun 2002 dan regulasi yang kami keluarkan yaitu Pedoman Perilaku Penyiaran dan Program Standar Siaran, untuk jaringan yang di Jakarta itu wajib menayangkan minimal 10 persen konten lokal dari durasi waktu siaran. Nah RRI sendiri selaku lembaga penyiaran publik milik negara, telah memberikan contoh sangat baik bahwa konten lokal bisa dikemas semenarik mungkin sehingga menarik minat masyarakat,” lanjutnya.

Adiyana pun mendorong, seluruh lembaga penyiaran di Jawa Barat, bisa mewadahi berbagai sanggar kebudayaan tradisional bangsa khususnya Jawa Barat karena kebudayaan asli tanah Sunda menjadi identitas diri yang perlu dijaga bersama sama.

“Saya berharap seluruh insan penyiaran tidak takut untuk mewadahi sanggar-sanggar kesenian di wilayahnya, mengingat kesenian tradisional jika dikemas dengan baik akan sangat menarik, terlebih jika bukan kita yang mempopulerkan dan menanamkan rasa cinta terhadap kebudayaan Jawa Barat, siapa lagi? Jangan sampai nantinya anak cucu kita tidak memahami seperti apa kebudayaan yang turun-temurun telah di jaga,” tutupnya. (Muhammad Wildan Pratomo/rri.co.id).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *