Pentingnya Praktik Keprofesian untuk Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalitas

oleh -

BANDUNGMU.COM – Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati bandung (UIN) menyelenggarakan Pembekalan Praktik Profesi via Zoom Meeting, Rabu, (03/03/2021).

Acara pembekalan ini diikuti sekitar 70 mahasiswa semester 6 program studi ekonomi syariah secara daring (online). Pembekalan Praktif Profesi yang bertemakan ‘Pembekalan dalam Rangka Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalitas Mahasiswa di Bidang Ekonomi Syariah’ dibuka oleh Dr. H. Dudang Godjali, M.Ag Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Dalam sambutannya, Dr. Dudang menyampaikan bahwa praktik profesi merupakan elemen penting dalam proses perkuliahan karena dapat menjadi penunjang kompetensi mahasiswa di lapang. “Mahasiswa dibekali dengan praktik profesi ini agar siap di lapang, agar nantinya temuan-temuan di lapang juga bisa dianalisis lebih lanjut dan diharapkan dapat menghasilkan teori-teori baru,” jelasnya.

Dr. Dudang berharap di luar ruang lingkup UIN, para civitas akademik FEBI khususnya para mahasiswa menjaga ilmu, menjaga empati, dan senantiasa melakukan inisiasi sebagai alat bertahan hidup di dunia pasca kampus.

Selain Dekan FEBI, Kepala Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Syariah, Muhammad Hasanuddin, M.Ag juga menyampaikan bahwa praktik profesi ini diselenggarakan dengan tujuan menjadi batu loncatan bagi para mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja, “Praktik profesi di prodi Ekonomi Syariah berbeda dengan di prodi lain. Disini masuk hitungan bobot SKS yang mencerminkan betapa pentingnya praktik profesi.”

Hasan mengungkapkan harapannya semoga mahasiswa ekonomi Syariah nantinya bisa eksis di bidangnya sendiri, ‘Di antaranya menjadi analis atau ekonom syariah, praktisi keuangan Syariah, praktisi bisnis syariah, dan praktisi industri halal,” tambahnya.

Program Studi Ekonomi Syariah kali ini menghadirkan narasumber Jujun Jamaludin M.E.Sy selaku praktisi Lembaga Filantropi Syariah yang telah berkecimpung di bidang ekonomi Syariah khususnya lini Ziswaf.

Jujun mengangkat topik terkait ‘Standardisasi Pengelolaan Zakat Baznas’ dan menekankan pentingnya pemahaman dan penguasaan aspek manajerial dan ilmu fiqh. “Sekarang sudah bukan waktunya berkompetisi, tapi bersinergi. Lembaga nirlaba seperti ini berbeda dengan perusahaan bisnis yang profit oriented, kita mengedepankan trust atau kepercayaan untuk mengelolanya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *