Life Style

Pusat Kajian Halal UM Bandung Beri Pendampingan Sertifikasi Halal UMKM Binaan Rumah Entrepreneur Politeknik LP3I

×

Pusat Kajian Halal UM Bandung Beri Pendampingan Sertifikasi Halal UMKM Binaan Rumah Entrepreneur Politeknik LP3I

Sebarkan artikel ini
Ketua Pusat Kajian Halal UMBandung Saepul Adnan saat menyampaikan materi pada acara pendampingan teknis mengenai Sistem Jaminan Halal serta pengisian formulir ajuan Sertifikasi Halal. di Aula Kampus Politeknik LP3I, Jumat (10/09/2021) lalu. (Foto: Dok. Pusat Kajian Halal UMBandung).

BANDUNGMU.COM, Bandung – Sebanyak 35 UMKM se-Bandung raya yang tergabung dalam tenant Rumah Entrepreneur Politeknik LP3I mendapatkan pendampingan teknis mengenai Sistem Jaminan Halal serta pengisian formulir ajuan Sertifikasi Halal.

Saat ini baru saja diimplementasikan prosedur sertifikasi halal melalui BPJPH. Pengajuan sertifikat halal dapat dilakukan secara mandiri oleh UMKM dengan bantuan penyelia halal, baik dari dalam maupun luar perusahaan.

Kegiatan ini berlangsung secara luring di Aula Kampus Politeknik LP3I Bandung, Jumat (10/09/2021),  setelah sebelumnya dilakukan pematerian secara daring mengenai Sistem Jaminan Halal.

Baca Juga:  Film "Buya Hamka" Resmi Rilis, Siap Menonton ke Bioskop?

Pendampingan ini diberikan oleh perwakilan Pusat Kajian Halal UM Bandung, yaitu Saepul Adnan (Dosen Teknologi Pangan), Qori Atur R. Suhada (Dosen Bioteknologi), dan Luthfia Hastiani (Dosen Bioteknologi).

Narasumber utama, Saepul Adnan sebagai Ketua Pusat Kajian Halal UM Bandung yang akrab dipanggil Adnan ini berharap semua UMKM selalu bersemangat dalam memenuhi aspek halal pada produk ataupun prosesnya.

Alumnus ITB ini mengatakan, komitmen menghadirkan produk yang halal dan tayib adalah salah satu jalan menuju surga karena halal merupakan syariat yang menyelamatkan.

Baca Juga:  UIN Bandung Raih Peringkat Pertama Perpustakaan dengan Pembaca Terbanyak 2024

“Soal peningkatan penjualan, itu mah bonus,” ujar Adnan yang juga pemilik Rotiyu, usaha produk Bakery berbahan dasar hanjeli ini.

Sementara itu, Dr. Prima Vandayani selaku Ketua Rumah Entrepreneur Politeknik LP3I, berharap ke-35 tenant ini dapat progresif memenuhi segala aspek izin usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya.

Perempuan yang akrab disapa Vanda ini menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja sama dari Kemenkop berupa rangkaian kegiatan yang cukup panjang, yakni dari Agustus sampai Desember mendatang.

Baca Juga:  Kenapa 9 Maret Jadi Hari Musik Nasional? Ini Penjelasannya

”Selain Halal, tenant juga mendapatkan pendampingan izin lainnya meliputi BPOM, PIRT, HKI, SNI, dan sebagainya,” ujar Vanda.

Pada waktu yang sama, Tina, pelaku usaha makanan ringan dari Kabupaten Bandung, menyampaikan, ”Pendampingan ini sangat bermanfaat, jadi lebih jelas untuk proses pengajuan halal.”

Ibu yang sudah menjalankan usahanya selama enam tahun ini berharap tidak mengalami kesulitan saat pengajuan sertifikasi halal. Dia juga berharap UMKM bisa bangkit lagi setelah kegiatan usaha sempat menurun akibat pandemi covid-19.***(Luthfia)