Shalat, Keshalehan Sosial dan Esensi Isra Mi’raj

oleh -

BANDUNGMU.COM – Isra Mir’aj bukan hanya bertebaran pamplet dan ceremonial semata, Isra Miraj harus direfleksikan dalam Kehidupan sosial. Berbuat kebaikan kepada sesama dan tidak berlaku dzhalim kepada sesama.

Shalat Menjadi tidak bermakna sama sekali ketika nilai shalat tidak ditransformasikan dalam Kehidupan Sosial. Kejujuran menjadi faktor fundamental dalam membangun Peradaban Bangsa.

Dalam Diskursus sosiologi Islam, keimanan yang tidak melahirkan Keshalehan Sosial adalah Keimanan yang tidak bermakna apa-apa dihadapan Allah SWT.

Baca Juga:  Rajaban, Isra Miraj dan Tradisi Kemanusiaan

Isra Miraj juga bagian dari merefleksikan jiwa supaya pikiran tetap jernih, jiwa tetap stabil dan tidak berprasangka Buruk kepada oranglain dan tetap menebarkan kebaikan, kedamaian dan kasih sayang kepada sesama.

Esensi Isra Mi’raj adalah melakukan apa yang pernah Nabi Lakukan dalam Praktek Kehidupannya. Menjaga Perbuataan dan Perkataan supaya tidak menyakiti perasaan oranglain. Berbuat Kebaikan tanpa batas kepada orangtua yang telah melahirkan, mendidik dan membesarkan kita.

Ukuran hidup seseorang bukan dilihat dari shalat semata, tetapi dari muamalah dalam kehidupan sehari-hari. Shalat urusan dengan Allah. Praktek kehidupan yang baik, berakhlak dan beretika serta sopan santun menjadi ukuran yang bisa dilihat.

Baca Juga:  Shalat, Menghibur Hati yang Sedih, Mengobati Jiwa yang Gelisah

Salam.

Muhammad Awod Faraz Bajri (Purwakarta, 11 Maret 2021)

No More Posts Available.

No more pages to load.