UMBandung
News

Sikapi Kritik Ketum Pemuda Muhammadiyah, Ketua PPNA: Pernyataan Itu Tidak Mewakili AMM

×

Sikapi Kritik Ketum Pemuda Muhammadiyah, Ketua PPNA: Pernyataan Itu Tidak Mewakili AMM

Sebarkan artikel ini
Dok istimewa

BANDUNGMU.COM, Yogyakarta — Ketua Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) Ariati Dina Puspitasari memberikan tanggapan atas berita yang dimuat oleh RMOL.id edisi 05 Januari 2024 yang berjudul “Kritik Sikap Politik Anies, Angkatan Muda Muhammadiyah: Kerap Dekati Tokoh Untuk Kepentingan Pribadi”.

Dalam berita tersebut, kritik disampaikan oleh Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmadi Tawalla yang menilai bahwa Anies kerap mendekati tokoh-tokoh politik untuk kepentingan pribadinya.

Kritik tersebut didasarkan pada latar belakang politik Anies yang kerap berubah-ubah dan pernyataan-pernyataan Anies yang dinilai tidak konsisten.

Baca Juga:  Dzulfikar Ahmad Tawalla Terpilih Jadi Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Gantikan Cak Nanto

Ariati menegaskan bahwa kritik tersebut tidak mewakili keseluruhan organisasi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). “AMM bukan organisasi monolit,” tegas Ariati seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima pada Senin 08 Januari 2024.

Ariati mengatakan bahwa AMM adalah organisasi yang besar dan inklusif. Setiap anggota organisasi AMM tentu memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda-beda.

“Oleh karena itu, tidak tepat jika satu pernyataan dari seorang ketua umum ortom mewakili keseluruhan organisasi AMM,” tegas Ariati.

Baca Juga:  Dinamika Pemilihan Umum: Politis Atau Ideologis?

Ia juga mengatakan bahwa AMM tidak pernah menutup diri terhadap siapa pun. Termasuk ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden sesuai dengan komitmen, kapasitas, dan integritasnya untuk memimpin bangsa.

Kritik yang disampaikan oleh Dzulfikar merupakan sesuatu yang wajar dalam berdemokrasi dan perlu dipertimbangkan.

Namun, lanjut Ariati, penting untuk diingat bahwa AMM bukan organisasi monolit. Setiap anggota organisasi di bawah AMM memiliki hak untuk berpendapat dan berekspresi.

“Sehingga kritik tersebut tidak mewakili pendapat keseluruhan organisasi AMM dan masyarakat perlu menilai secara objektif kritik tersebut sebelum mengambil sikap,” tandas Ariati.***

PMB UM Bandung