Di tengah maraknya tren skincare berlapis, banyak perempuan dengan aktivitas padat mulai beralih ke pendekatan minimalis. Oleh karena itu, para ahli kulit menilai perawatan wajah tidak perlu rumit untuk menjaga kesehatan kulit.
Sebagai gantinya, pendekatan ini hanya mengandalkan tiga langkah dasar. Langkah tersebut mencakup pembersih wajah, pelembap, dan tabir surya.
Pertama, pembersih wajah mengangkat kotoran, minyak, dan sisa makeup. Selanjutnya, pelembap menjaga hidrasi kulit dan membantu mencegah iritasi, termasuk pada kulit berminyak.
Selain itu, tabir surya dengan minimal SPF 30 perlu digunakan setiap pagi. Produk ini melindungi kulit dari paparan sinar UV yang dapat memicu penuaan dini.
Dermatolog bersertifikat asal California, Amerika Serikat, Divya Shokeen, menegaskan bahwa penggunaan produk yang lebih sedikit justru membantu menyeimbangkan kondisi kulit. Menurutnya, pengurangan produk berpotensi iritasi membantu kulit mengatur minyak alami secara lebih optimal.
“Ketika kulit mampu menyeimbangkan minyak alaminya, hidrasi meningkat dan tekstur kulit menjadi lebih halus,” ujar dr. Shokeen.
Bagi pemula, para ahli menyarankan penggunaan tiga produk inti selama satu hingga dua minggu terlebih dahulu. Dengan cara ini, pengguna dapat menilai respons kulit secara lebih akurat.
Jika kulit menunjukkan reaksi yang baik, pengguna dapat menambahkan serum atau eksfolian secara bertahap. Namun demikian, para ahli tetap menyarankan untuk menghindari kandungan seperti alkohol denat, fragrance, dan essential oils.
Pada akhirnya, skincare minimalis menekankan konsistensi dan pemahaman terhadap kebutuhan kulit. Dengan pendekatan ini, pengguna dapat menjaga kesehatan kulit tanpa rutinitas yang berlebihan.***(IK22/Salma)






