211 Tahun Kota Bandung dengan Sejuta Prestasi

oleh -

Imam Sholehudin – Ketua PP IPM Bidang Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan 2021-2023, Ketua Majelis Pustaka Informasi PCM Sukajadi 2015-2020

BANDUNGMU.COM – Kota Bandung merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Barat dengan luas 167,3 km² yang terdiri dari 30 kecamatan dan 151 kelurahan. Kota Bandung lahir pada 25 September 1810 terhitung belum terlalu tua dibandingkan dengan beberapa kota lain di Indonesia.

Letak geografis Kota Bandung yang berada di ditengah pegunungan dengan hawa sejuknya, membuat kota ini cocok untuk dijadikan tempat menjalani berbagai aktivitas yang disenangi oleh banyaknya anak muda, baik dari dalam maupun dari luar daerah.

Pada usia ke-211 tahun, Kota Bandung menjadi semakin dilirik oleh anak-anak muda dari kancah nasional ataupun internasional, di antaranya yaitu ketertarikan terhadap aktivitas pendidikan.

Banyaknya universitas yang berkualitas unggul di Indonesia menarik banyak minat anak muda. Tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi dalam bidang pencarian tempat kerja pun tidak kalah menariknya bagi kebanyakan anak muda.

Ketika Kota Bandung mendapatkan penghargaan “Kota Layak Pemuda” yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dengan menegaskan bahwa Kota Bandung sudah waktuya menjadi rumah anak muda juara.

Hal itu sebab adanya dukungan perda tentang kepemudaan berupa regulasi, ruang dan tempat berekspesi anak muda, keaktifan kepemudaan ataupun komunitas pemuda, dan kemandirian pemuda sebagai pendobrak bidang UMKM berbasis kreatif.

Hal tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Kota Bandung layak memiliki jargon “Bandung Juara”.

Bandung juara bukan hanya sebatas jargon biasa, melainkan sudah menjadi roh Kota Bandung, dari lapisan pemerintah hingga masyarakat pada umumnya. Meningkatkan kapasitas pribadi ataupun kelompok memang diperlukan supaya narasi Bandung Juara bisa terealisasi.

Sudah waktunya Kota Bandung memunculkan para pemuda sebagai pencerah pemuda lainnya sehingga nilai kreatif ataupun inovatifnya bisa tersebar hingga pelosok negeri. Selain itu, para anak muda juga dituntut untuk memberikan gagasan yang solutif ketika berhadapan dengan sebuah permasalahan.

Sebabnya, ketika Martius Antonius Weselinus Brouwer mengatakan bahwa “Bumi Pasundan lahir saat Tuhan sedang tersenyum”, dia mengisyaratkan bahwa Kota Bandung akan menjadi tempat ide yang kreatif dan inovatif, selain dari kepemilikan hawanya yang sejuk, pemandangan yang indah, gadis priangan yang cantik, serta masyarakat dengan nilai religiusnya.

Ketika Kota Bandung menjadi fasilitas untuk menuangkan berbagai ide, maka akan menjadi aset untuk mewadahi bonus demografi yang berdampak positif terhadap akselerasi pembangunan.

Harus ada peran besar dari para pemuda untuk meningkatkan rasa memiliki. Sebuah negara akan hancur dengan sendirinya jika di dalamnya hanya terdiri dari pemuda yang apatis tanpa memunculkan sebuah gagasan yang solutif.

Dalam membangun gagasan yang solutif, kita perlu menciptakan gerakan harmoni atau bisa disebut sebagai pernyataan rasa maupun aksi yang bergerak dengan nilai keselarasan dan mendamaikan.

Tepat pada usia ke-211, Kota Bandung mengangkat tema “Bandung Harmoni, Tuntaskan Pandemi”, yang memiliki arti bahwa perangkat masyarakat Kota Bandung diharapkan melakukan pergerakan yang selaras untuk menuntaskan pandemi.

Telah kita ketahui bersama bahwa munculnya pandemi covid-19 menjadi pukulan yang sangat berdampak untuk semuanya, termasuk Kota Bandung.

Sektor ekonomi dan pendidikan pun ikut terdampak. Sektor yang menjadi pilar pembangunan sumber daya manusia harus segera dituntaskan bersama dengan adanya sumbangsih peran dari pemuda Kota Bandung yang harapannya bisa menjadi contoh untuk kota-kota lain di Indonesia dalam hal menuntaskan pandemi ini.

Selamat Hari Lahir ke-211 Kota Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *