Masih Adakah Peluang bagi AHY di Pilpres 2024?

oleh -

H. IDAT MUSTARI, Anggota DPC Partai Demokrat Kab. Bandung

BANDUNGMU.COM – Ketika sebagian masyarakat — dalam hal ini para pemilih pasangan Prabowo- Sandi di Pilpres kemarin — sedang mengalami kekecewaan berat sebab mereka berdua masuk kabinet Indonesia Maju menjadi menteri Presiden Jokowi.

Secara kalkulatif, Prabowo dan Sandi tidak lagi menjadi prioritas untuk didukung pada Pilpres 2024 nanti oleh para pendukungnya di Pilpres 2019. Hal ini bisa kita saksikan dengan begitu banyaknya luap kekecewaan para pendukungnya yang diekspresikan melalui meme, status atau berbagai opini; yang berisi sindiran pada keduanya.

Selain Anis Baswedan untuk dijadikan pilihan mereka, tentu saja AHY pun sekarang pantas dijadikan pilihan alternatif presiden pada Pilpres 2024 nanti. Ketidakberadaan AHY di jajaran kabinet Indonesia Maju sekarang ialah keuntungan politis untuk AHY dalam mendapatkan kepercayaan publik atas konsistensinya berada di luar pemerintahan.

Tentu saja, keuntungan politik bagi AHY ini harus terus dipegang secara istiqamah untuk tidak menerima tawaran menjadi menteri ketika presiden melakukan kembali reshufle di masa mendatang. Jika hal ini dilakukan, saya pikir AHY akan memperoleh peningkatan elektabilitas yang signifikan.

Baca Juga:  Kematian, Doa dan Mengampuni Kesalahannya

Elektabilitas AHY

Seperti kita ketahui, dalam sejumlah survei Pilpres 2024, nama AHY sering muncul di berbagai lembaga survei. Di lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan 12-23 Oktober 2020, AHY bertengger di posisi 6 dari 13 nama dengan elektabilitas 5,7 persen.

Kemudian, survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan 24-30 September 2020, AHY juga berada di peringkat 6 dari 15 nama dengan elektabilitas 4,2 persen. Pada survei Indikator Politik Indonesia bulan Juli 2020, elektabilitas AHY sebesar 6,8 persen, kemudian 4,8 persen pada Mei 2020 dan 6,5 persen pada Februari 2020.

Sementara itu, pada survei Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang dilakukan 14-21 Juni 2020, AHY di urutan 7 dari 12 nama bakal calon presiden dengan elektabilitas 5,9 persen. Selanjutnya, berdasarkan survei Indo Barometer yang dilakukan 9-15 Januari 2020, AHY disebut sebagai tokoh politik dari luar pemerintahan yang populer setelah Sandiaga Uno dengan mencapai 82,8 responden. Terakhir, di lembaga survei Median yang diumumkan pada Februari 2020, AHY berada di urutan 4 dengan elektabilitas 8,3 persen.

Baca Juga:  Sunda, Sopan Santun, dan Sentimen SARA

Kemunculan nama AHY di sejumlah lembaga survei tersebut, menjadi indikator bahwa AHY jauh realistis bisa maju di Pilpres 2024. Apalagi dengan posisinya sebagai ketua umum partai Demokrat menyebabkan dia akan lebih mudah untuk dapat tiket pencalonan. Partai Demokrat hanya butuh merangkul dua partai politik lain untuk bisa berkoalisi dan mencalonkannya. Jika presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden masih 20%, maka AHY butuh dukungan partai politik lain yang banyak.

Popularitas di Pemilih Muda-Mudi

AHY merupakan tokoh muda, yang mencerminkan generasi milenial dan mewakili suara mereka, sehingga dengan kondisi ini dia akan mendapat keuntungan karena banyaknya pemilih muda di 2024 nanti. Karena itu, AHY harus mulai memokuskan diri pada program peningkatan elektabilitas di mata para pemilih muda, sehingga di 2024 dia bisa ikut meramaikan bursa pencalonan Pilpres.

Dengan angka mayoritas pemilih di 2024 nanti terdiri dari generasi muda, popularitas dan elektabilitas AHY harus meningkat pada kalangan muda-mudi. Karena hingga hari ini menurut survei dari beberapa lembaga survei, AHY masih kalah unggul dengan tokoh-tokoh lain.

Baca Juga:  Lebaran, Lembaran Kebaikan

Pilpres 2024 memang masih menyisakan waktu 3 tahun lagi. Tapi, dalam kalkulasi politik, hal itu bukan waktu yang lama. Ini artinya popularitas dan elektabilitas AHY potensial mengalami peningkatan bila saja, AHY fokus pada calon pemilih muda dengan memanfaatkan platform media sosial seperti instagram, twitter, facebook, tumblr, dan platform media lainnya.

Secara politis, mendekatkan gagasan kepada para pemuda dan pemudi dengan media yang mereka akrabi, akan meningkatkan popularitas dan hal ini mampu meningkatkan elektabilitas AHY. Kehadiran Kogamas, saya pikir harus mulai dioptimalisasikan dengan pendekatan digital dan teknologis. Sebab, calon potensial para pemilih AHY ialah terdiri dari para pemilih milenial dan generasi muda.

Sekian analisis dan saran dari saya untuk membuka peluang selebar-lebarnya bagi AHY di Pilpres 2024 nanti. Insya Allah kursi Presiden menanti untuknya. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.