Adakah Hubungan Antara Sabar dan Salat?

oleh -

BANDUNGMU.COM — Aly Aulia mengungkapkan bahwa QS. Al-Baqarah ayat 153-157 berisi tentang sabar menghadapi ujian dan berjuang dalam kehidupan. Orang-orang beriman diseru oleh Allah untuk meminta pertolongan kepada-Nya dengan sabar dan salat. Sabar dan salat merupakan dua aktivitas yang sesungguhnya sangat terjalin berkelindan.

“Sabar itu ibadah hati yang terberat. Kalau tidak mau bersabar, misalnya bersabar dari segala ujian, agak sulit untuk melaksanakan ibadah-ibadah yang lain. Karena kesabaranlah orang bisa melaksanakan salat sebagai esensi ibadah dalam Islam,” terang Aly dalam Pengajian Tarjih edisi ke-138, Rabu (01/09/2021), dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Sabar adalah poros sekaligus asas segala macam kemuliaan akhlak. Sementara salat adalah esensi ibadah dalam Islam.

Dalam salat dan sabar terintegrasi proses latihan yang meletakkan kendali diri secara proporsional. Sebuah nilai jika didominasi kesabaran paripurna, maka akan memiliki jiwa muthma’innah yang kemudian dapat diaplikasikan ke dalam nilai-nilai salat.

“Salat sebagai ibadah badaniyah yang paling berat di antara ibadah yang lain tentu membutuhkan kesabaran. Berbeda dengan puasa yang boleh diganti hari lain apabila keadaan sakit atau dalam perjalanan. Sementara salat bila dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan, tidak bisa diganti, hanya bisa dengan rukhshah,” ungkap Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Salat yang baik akan menghasilkan kemampuan bersabar. Sebaliknya kesabaran yang baik akan menghasilkan salat yang berkualitas.

Tidak heran bila Aly menyebut bahwa ibadah hati paling berat itu kesabaran dan ibadah fisik yang paling berat itu salat. Bila keduanya telah dipraktekan secara sempurna, maka Allah berjanji akan menolong orang-orang yang sabar dan salat.

“Salat itu induknya ibadah, sabar itu aspek yang berkaitan dengan mental. Kesabaran dan salat merupakan aspek yang mempengaruhi jiwa kita untuk bisa menjalankan berbagai macam aktivitas. Kesabaran dan salat menjadi kata kunci untuk menghadapi ujian dan mendapatkan pertolongan Allah,” terang anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *