Inilah 3 Poin Penting Tujuan Kita Belajar Shirah Nabawiyah

oleh -
Shirah Nabi

Shofian Rahmat, Sesepuh Samar.id

BANDUNGMU.COM – Setelah sebelumya kita pernah bahas tentang alasan kenapa sebagai seorang Muslim harus belajar Shirah Nabawiyah.

Nah, kali ini penulis sajikan 3 poin penting tujuan kita belajar Shirah Nabawiyah yang penulis ambil dari inspirasi kajian “Belajar Sirah Nabawiyah” di Channel Youtube Vertizone TV, disampakan Ustadz Anton Ismunanto. 3 poin penting tersebut ialah sebagai berikut:

1.Belajar Shirah untuk Memahami Al-Quran

Al-Quran sebagai kitab rujukan paling utama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kaum muslim. Setiap hari aktivitas amaliyah ibadah shalat sangat berkait erat dengan Al-Quran; yakni dengan membaca surah-surahnya.

Para ulama Fiqh pun akan terlebih dahulu merujuk landasan dalilnya kepada Al-Quran terlebih dahulu sebelum sumber hukum lainnya. Ini ialah indikasi betapa pentingnya Al-Quran bagi kehidupan, karena itu sudah semestinya bagi segenap kaum muslimin untuk mempelajarinya lebih dalam.

Jika kita dalami secara seksama, maka akan kita temukan bahwa isi sepertiga dari Al-Quran ialah kisah-kisah masa lalu. Dengan kisah-kisah tersebut, kita yang hidup belakangan akan mendapatkan hikmah yang banyak jika dapat memahaminya.

Karena itu adanya ilmu shirah secara praktis akan mennunjang keilmuan untuk menjelaskan potongan-potongan kisah yang terdapat dalam Al-Quran. Hadirnya ilmu shirah ini akan menjabarkan secara khusus salah satu kisah yang diabadikan dalam Al-Quran. Hikmah tentang agungnya akan kekuasaan Allah akan kita dapatkan setelah penjelasan kisah dibalik ayat-ayat dalam surah Al-Quran.

2.Belajar Shirah untuk Memahami Hadits

Hadits dengan shirah nabawiyah bisa dibilang adalah sesuatu yang sangat melekat. Mengapa bisa melekat? Sebab sumber kajian dari shirah nabawiyah juga berasal dari hadits-hadits. Tetapi memahami atau mempelajari hadits tanpa diiringi dengan membaca shirah, kita akan sulit memahami apa yang terkandung di setiap hadits.

Hadits yang jumlahnya banyak tersebut maka akan sulit dipahami atau dicerna setiap sabda dari Nabi Muhammad, sebab jika kita membaca hadits secara langsung maka kita akan membaca pecahan-pecahan informasi yang tidak terstruktur. Melalui ilmu siroh nabawiyah maka akan kita temui letak atau latar belakang hadits tersebut, kejadiannya kapan, atau konteksnya kapan, dan hal-hal lainnya.

3.Belajar Shirah untuk Memahami Islam (Ilmu Pengetahuan Agama)

Pernyataan Imam Ibnu Hazm, yakni dengan belajar shirah nabawiyah secara mendalam dan utuh maka kita bisa dikatakan belajar semua bagian dari Islam. (Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid, “FIKIH SIRAH: Mendulang Hikmah dari Sejarah Kehidupan Rasulullah”, 2009: 20-21).

Dalam hal aqidah contohnya, bagaimana nabi menolak kesyirikan seperti disebutkan dalam kitab shirah bahwa Nabi Muhammad menolak untuk bernegosiasi dengan kaum musyrik Quraisy berkaitan dengan pergantian penyembahan antara menyembah Allah dengan menyembah berhala.

Selain aqidah melalui mempelajari shirah nabawiyah, kita lebih mengetahui secara mendalam hal-hal yang berkaitan dengan ibadah atau syariat. Bagaimana kita mengetahui kapan syariat shalat diwajibkan.

Dalam hal akhlak, shirah menjadi ilmu yang cocok untuk mengetahui perangai nabi. Bagaimana perilaku nabi terhadap kaum muslimin, bagaimana ketegasan nabi terhadap kaum yang ingkar dan bagaimana membangun hubungan baik dengan sesama manusia atau makhluk hidup lainnya.

Jadi, tujuan mengkaji shirah nabawiyah bukan sekadar untuk mengetahui peristiwa. Akan tetapi, agar kita sebagai kaum muslim dapat menggali hakikat Islam secara utuh melalui gambaran dari kisah atau peritiwa dalam kehidupan nyata Nabi Muhammad. (Ajid Thohir, Sirah Nabawiyah: Nabi Muhammad Saw dalam Kajian Ilmu Sosial-Humaniora, Bandung: Penerbit Marja, 2014: 29).

Akhirulkalam, semoga kita semakin bersemangat lagi dalam mengkaji Shirah Nabawiyah setelah mengetahui 3 tujuan penting kita dalam mengkaji Sirah Nabawiyah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *