Kamu Seorang Muslim? Inilah 5 Alasan Kenapa Harus Belajar Shirah Nabawiyah

oleh -
shirah nabawiyah

Shofian Rahmat, Sesepuh samar.id

BANDUNGMU.COM – Hari ini kajian shirah nabawiyah sudah jadi tema yang umum diajarkan di berbagai tempat pengajian. Dari mulai orang dewasa hingga anak-anak.

Nah, khusus di level anak-anak, materi shirah nabawiyah bisa dikatakan sudah bergeser ke cerita fiksi atau dongeng yang masyhur dikalangan anak-anak. Pada kesempatan ini, penulis mencoba berikan 5 alasan mengapa harus belajar shirah nabawiyah yang penulis ambil dari inspirasi kajian “Belajar Sirah Nabawiyah” di Channel Youtube Vertizone TV, disampakan Ustadz Anton Ismunanto.

1. Mengenal Nabi Muhammad adalah keniscayaan seorang muslim

Sebagai seorang muslim mengucapkan kalimat syahadat adalah hal yang paling penting dan prasyarat keberislaman seseorang. Sebab, bisa dikatakan sebagai seorang muslim, ia benar-benar mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Jadi, seorang muslim haruslah mengenal Nabi Muhammad.

2. Penegasan dari Al-Qur’an untuk Mengikuti Nabi Muhammad

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dalam ayat ke-31 surat Ali Imran ini, diisyaratkan bahwa jika kita yakin atau benar-benar mencintai Allah maka bentuk kecintaan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan dengan mengikuti Nabi Muhammad.

3. Hadits Keutamaan Cinta Kepada Nabi Muhammad

“Salah seorang di antara kalian tidak akan beriman sampai aku lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya bahkan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini secara tegas mengisyaratkan bahwa kecintaan kepada nabi haruslah diletakkan paling tinggi dibandingkan dengan makhluk lain. Bahkan kecintaan tersebut harus melebihi kecintaan terhadap diri sendiri dan keluarga terdekat sekalipun. Inilah bentuk keimanan yang kuat seorang muslim.

4. Penjelasan Tabi’in Tentang Pentingnya Belajar Shirah

Pera Tabi’in atau orang-orang yang hidup setelah sahabat menjelaskan bahwa mereka dahulu diajarkan “Maghazi” yakni tentang kisah-kisah perjuangan nabi. Makna Maghazi tersebut jika ditarik kepada pemahaman hari ini ialah kajian shirah nabawiyah. Kajian siroh nabawiyah tersebut bahkan persis seperti mereka (para Tabi’in) belajar surah-surah di dalam Al-Qur’an. Hal ini mengisyaratkan bahwa belajar siroh dengan belajar Al-Qur’an tidak dapat dipisahkan.

5. Pernyataan Imam Ibnu Hazm

Seorang Imam besar di Spanyol bernama Imam Ibnu Hazm Al-Andalusy yang memiliki karya besar berpengaruh terhadap berbagai para pemikir Barat pada masanya. Beliau pernah menyatakan, “jika kita belajar shirah (nabawiyah) secara utuh maka kita bisa belajar banyak dari Islam itu sendiri.”

Akhirulkalam, dengan mengetahui kisah perjalanan hidup Rasulullah, maka kita akan tahu bagaimana sikap seorang muslim yang baik seperti yang pernah dicontohkan beliau dalam segala situasi dan kondisi. Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *