Jakarta Akan Tenggelam 10 Tahun Lagi

oleh -
Foto: Thinkstock

BANDUNGMU.COM – Pemerintah pusat dan DKI Jakarta berusaha untuk mengurangi eksploitasi air tanah karena bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan yang besar.

Beberapa kajian menunjukkan bahwa permukaan tanah di Jakarta terus mengalami penurunan akibat penggunaan air tanah yang berlebihan. Setiap tahun permukaan tanah di Jakarta menurun 10 hingga 12 sentimeter. Penurunan muka tanah paling parah terjadi di kawasan pluit, Jakarta Utara.

“(Ini terjadi karena Pluit dekat dengan pesisir laut, juga banyak air tanah yang diambil di sana,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Selasa (05/10/2021).

Peringatan Presiden AS

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden memperkirakan bahwa Jakarta akan tenggelam 10 tahun lagi. Hal itu ia sampaikan dalam pidatonya di Kantor Direktur Intelijen Nasional AS pada Selasa (27/7/2021).

Biden meramal Jakarta akan tengglam 10 tahun lagi berdasarkan hasil peneliitan terkait perubahan iklim dan pemanasan global.

Menurut Biden, pemanasan global mengakibatkan es mencair di kutub hingga menyebabkan permukaan air laut naik.

“Jika pada kenyataannya permukaan laut naik dua setengah kaki lagi (sekitar 0,7 meter), Anda akan melihat jutaan orang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur,” kata Biden.

Biden pun memprediksi jika permukaan air laut naik akibat mencairnya es di kutub, maka dalam waktu 10 tahun lagi, Jakarta akan tenggelam.

“Apa yang yang terjadi di Indoensia jika perkiraannya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena akan tenggelam?” tanya Biden.

Prediksi New York Time

Sebelum Biden, prediksi serupa pernah diberitakan New York Times pada 2017 silam. Dalam terbitannya pada Kamis (21/12/2017), New York Times juga memprediksi Jakarta akan tenggelam 10 tahun lagi karena perubahan iklim.

Menurut media ini, perubahan cuaca menyebabkan level laut Jawa meningkat dan cuaca di Jakarta menjadi lebih ekstrem. Pada 2017 silam, badai tidak normal mengubah jalanan kota menjadi sunga dalam waktu singkat.

New York Times juga mengutip pernyataan penasihat Gubernur waktu itu, Irvan Pulungan, yang menyebutkan bahwa Jakarta bisa tenggelam lebih cepat dari kota lainnya di dunia. Penyebabnya bukan hanya perubahan iklim, tetapi juga fenomena banyaknya sumur ilegal di Jakarta.

Akibatnya, air tetes demi tetes mengalir di bawah tanah Jakarta. Bahkan media ini menyebutkan bahwa sekitar 40 persen wilayah di Jakarta sekarang berada di bawah permukaan laut.

Misalnya, Daerah pesisir seperti Muara Baru sudah tenggelam sekitar 4,26 meter dalam beberapa tahun terakhir. Pakar hidrologi menyebutkan, Jakarta memiliki kesempatan selama 10 tahun untuk menghentikan potensi tenggelam. Jika tidak, bagian utara Jakarta dengan jutaan penduduk akan berada di bawah air.

Upaya pemerintah

Untuk mengantisipasi penurunan permukaan penurunan tanah di Jakarta, Kementerian PUPR membangun dua proyek Sistem penyediaan Air Minum (SPAM) regional Jatiluhur 1 dan Karian Serpong.

Proyek ini ditargetkan selesai pada 2024 sehingga penggunaan air tanah di DKI bisa dihentikan. Warga diharapkan beralih menggunakan air melalui jalur pipa.***(Farida Assifa/Kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *