PD IPM Kota Bandung Gelar Kajian Solusi Perkaderan di Masa Pandemi

oleh -

BANDUNGMU.COM – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Bandung melaksanakan Kajian Perkaderan (KIPER) edisi keduanya, Jumat 11 Juni 2021 yang lalu.

Pokok bahasan yang didiskusikan berkenaan dengan Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM-T) Kota Bandung, digital distruption, dan keterampilan yang perlu dimiliki dalam menghadapi era digital.

Kajian perkaderan edisi kedua ini dihadiri oleh kader terbaik IPM Kota Bandung, yakni IPMawan Imam Lukmannul Hakim, sebagai ketua umum; selanjutnya IPMawati Rani Kustiani, S.I. Pus., sekretaris umum; IPMawan Imam Sholehudin, S.Kom., Ketua Bidang Organisasi; dan IPMawan Muhammad Bilal Abdul Aziz, S.E., Ketua Bidang Advokasi pada masa kepemimpinan PD IPM Kota Bandung 2017-2019.

“Kita harus bisa mengupayakan FORTASI dengan gaya baru berjalan efektif dan menggemberikan karena gerbang awal mengenal Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah FORTASI. Sehingga, para fasilitator harus mampu mengenalkan IPM sebagai teman bermain para peserta didik selama mengemban pendidikan di SMP/SMA,” ujar Ketua Umum PD IPM Kota Bandung 2019-2021, Ridwan Maulana, pada saat memberikan pengantar KIPER.

Sementara menurut Imam Lukman, kebijakan sekolah tatap muka terbatas hanya bisa dilaksanakan 30% dari seluruh jumlah peserta didik yang ada dengan syarat dan ketentuan yang ketat serta melihat situasi kondisi.

Ditambah dengan pernyataan Bilal pada saat yang bersamaan, bahwa ke depan lebih baik menanamkan mindset dalam diri bahwa Covid-19 tidak akan pernah berhenti.

”Hal ini bukan bermaksud berharap akan hal yang negatif, namun agar kita dapat membuat diri lebih siap dan berusaha untuk beradaptasi menghadapi pandemi,” kata Bilal.

Selanjutnya Imam Sholehudin mengamanatkan, program apa pun yang dilaksanakan haruslah berlandasan Alquran dan bersifat solutif dan inklusif.

Adapun hal yang dapat membuka pikiran adalah ketika Rani Kustiani menyatakan bahwa hari ini bukan lagi mencari solusi, tapi membuat solusi.

”Asal tidak menyalahi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan, inovasi apa pun sah saja dilakukan,” tutur Rani.

Kontributor: Adilla Tieky Indahsari Dermawan – PD IPM Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *