UMBandung
News

Berlayar dengan Kapal Pelni Melintasi Laut Berombak Besar, Inilah Kisah Seru Perjalanan Kontingen Olympicad Sorong

×

Berlayar dengan Kapal Pelni Melintasi Laut Berombak Besar, Inilah Kisah Seru Perjalanan Kontingen Olympicad Sorong

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi istimewa.

BANDUNGMU.COM, Bandung — Kontingen dari Kabupaten Sorong, Papua, berhasil menempuh perjalanan laut sejak Ahad 24 Februari 2024 selama lima hari di Kapal Pelni.

Tim peserta terdiri atas rombongan sebanyak 150 orang, termasuk peserta, penggembira, dan guru pendamping dari SD hingga SMA di Kabupaten Sorong.

Perjalanan mereka dimulai dari Sorong ke Makassar, lalu Surabaya, dan baru sampai Jakarta pada 29 Februari.

Di Jakarta, mereka menginap di UHAMKA selama lima hari. Setelah itu, mereka berkeliling kota, mengunjungi amal usaha Muhammadiyah di Jakarta, juga berwisata ke beberapa tempat, salah satunya Monumen Nasional.

Baca Juga:  Jusuf Kalla Apresiasi Muhammadiyah Yang Kembali Membangun Rumah Sakit

Yoen Ramand, Taufik Hidayat La Puasa, dan Iftikhar Khalil dari MTs Muhammadiyah 2 Aimas mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti lomba Fahmil Qur’an di Kampus 2 Universitas Aisyiyah Bandung.

“Kami naik Kapal Pelni. Waktu sampai di Laut Banda, ombaknya besar sekali, jadi kami semua pusing, terus semangat pada tidur. Waktu di Jakarta ke Monas dan yang paling berkesan itu ke PDM Jakarta,” jelas mereka.

Selain itu, mereka juga bercerita banyak tentang proses persiapan sebelum mengikuti lomba Olympicad VII.

Baca Juga:  Aboebakar Atjeh, Tokoh Produktif Nusantara Berjuluk "Ensiklopedia Berjalan"

Ditawarkan secara terbuka oleh guru, mereka mengaku bekerja sama dengan berbagi tugas dan masing-masing mempelajari empat kertas dari kisi-kisi yang diberikan.

Hal yang cukup menantang adalah saat diminta untuk menerjemahkan hadis.

“Terjemahan hadis ini lumayan susah. Semoga bisa lebih baik ke depannya. Kalau ada Olympicad lagi mau ikut. Kalau ada lomba azan, pengen ikut lomba azan,” ulas mereka kompak.***(Nabila Adinta)

PMB UM Bandung