Comro dan Misro, Camilan Tradisonal yang Mampu Bertahan Lintas Generasi

oleh -
Foto: instagram.com/christabellenanetta.

BANDUNGMU.COM – Ketika berbicara kuliner tatar parahyangan Kota Bandung, setiap makannya pasti menyimpan cerita unik di dalamnya. Tak hanya sebagai destinasi wisata atau oleh-oleh, Bandung pun mempunyai camilan khas yang tentu enak karena eksistensinya bertahan sampai sekarang.

Tak lekang oleh waktu, camilan tradisional seperti Comro dan Misro memang tidak ada yang menggantikan. Memilki rasa yang gurih dan tekstur yang empuk ketika digigit, menjadikan Comro dan Misro salah satu jajanan tradisional yang masih sering diburu hingga saat ini.

Camilan tradisional ini berasal dari Jawa Barat. Harganya pun bisa dibilang sangat terjangkau dan cukup mudah ditemukan di tiap warung atau toko kue. Camilan ini jelas sangat populer, penikmatnya pun dari yang muda sampai tua.

Namun, apakah pernah terpikirkan oleh kita apa sih arti nama Comro dan Misro? Ternyata, kedua camilan ini punya arti yang unik, lho.

Misro kependekan dari ”amis di jero” yang berarti manis di dalam. Misro, berbahan paduan parutan singkong dan gula merah. “Amis di jero”-nya berasal dari gula merah sebagai isian. Sementara parutan singkong dibentuk pipih, kemudian di dalam adonan singkong diisi potongan gula merah. Setelah itu dibentuk bulat, lalu goreng.

Singkong, sebagai bahan utama Comro dan Misro. (Foto: Halodoc.com).

Tak jauh berbeda dengan Misro, Comro juga berbahan parutan singkong yang dibentuk bulat. Camilan ini dinamai dari bahannya, yaitu “oncom di jero” berati oncom di dalam. Isian camilan ini berbeda dari Misro yang manis, Comro berisi oncom dan cabai, lalu digoreng.

Camilan tradisional ini masih digemari oleh warga Bandung, salah satunya Ina (22), seorang mahasiswi, yang kedapatan sedang membeli Comro dan Misro di gerai gorengan dekat kampus Universitas Pasundan, Jalan Setiabudhi.

Ia mengatakan, cukup menyukai Comro karena rasanya yang unik, renyah di luar lembut di dalam. “Suka sama teksurnya dan rasanya, aku suka yang pedes-pedes gitu,” ucap Ina, Rabu (04/08/2021).

Selain itu, Dadi (41) penjual gorengan mengungkapkan, Comro menjadi jenis gorengan yang sering cepat habis dibandingkan dengan jenis gorengan lainya. Banyak pelanggannya sering memesan dengan jumlah yang cukup banyak.

“Kadang-kadang baru ngegoreng sepuluh biji, sudah sering habis. Jadi sekarang stok banyak, banyak yang suka,” ujar Dadi.

Penulis: Muhammad Rizaldi Nugraha, Sumber: Ayobandung.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *