Jaket Brand Kota Bandung Dipakai Jokowi Jajal Sirkuit Mandalika

oleh -
Jokowi menggunakan jaket riding dari brand lokal asal Bandung, Rabbit & Wheels. Ini cerita sang pemilik, Irvan Octria.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20211112173438-277-720448/cerita-pemilik-rabbit-wheels-label-jaket-riding-yang-dipakai-jokowi

BANDUNGMU.COM — Dilansir dari Tribunnews.com, baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencoba Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (13/11/2021) lalu.

Pada percobaannya tersebut, Jokowi menggunakan pakaian berkendara serba hitam mulai dari helm, jaket, celana, hingga sneakers.

Jaket yang digunakan oleh presiden ke-7 tersebut diketahui merupakan brand lokal asal Kota Bandung yaitu Rabbit & Wheels yang dirilis pada Selasa (09/11/2021).

”New arrival and hot item! Midnight. Kenapa disebut Midnight? Karena perpaduan warna hitam dan putih membuat nuansa tengah malam melekat pada jaket seri ini. Dan ketika dikenakan di pagi hari, rasa tengah malam masih melekat,” tulis Rabbit & Wheels pada akun instagramnya @rabbitandwheels

Sementara itu dilansir dari CNN Indonesia, pemilik Rabbit and Wheels Irvan Octria menerima pesanan jaket yang dipakai oleh Jokowi.

“Per hari ini (12/11/2021), jaket seri Midnight ini ganti nama jadi jaket Jokowi. Alhamdulilah jadi banyak yang pesan juga,” kata Irvan.

Ia mengatakan, kolaborasi’ Rabbit & Wheels dengan Jokowi tersebut berawal dari telepon yang diterima dari salah satu staf kepresidenan.

”Sempat ada yang menghubungi saya bahwa Pak Jokowi akan resmikan Sirkuit Mandalika. Syukur Alhamdulilah, Pak Jokowi akan pakai brand lokal. Senang banget karena Indonesia enggak punya jaket spesifik kaya gitu, biasanya semuanya impor,” lanjutnya.

Brand yang berdiri sejak 2017, menurutnya, memfokuskan pembuatan jaket riding selain apparel riding pada 2021 dan dipatok dengan harga rata-rata 1 juta sampai 1,5 juta.

“Jaket riding ini idenya muncul karena terinspirasi dari produk luar. Setelah dipikir-pikir kenapa tidak dibuat oleh brand lokal saja. Akhirnya keunggulan dari jaket riding lokal ini juga harganya yang terjangkau orang Indonesia,” jelas Irvan.

Jaket yang dibanderol dengan harga 1,465 juta menurutnya masih terbatas atau limited editon akibat terkendala modal.

”Paling banyak bikin per seri itu 250 pieces karena modalnya kalau bikin banyak juga masih belum cukup. Selain itu, untuk bikin 5 jaket saja butuh waktu seminggu karena masih pakai usaha garment rumahan, jadi masih terbatas,” tururnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *