Kang Oded Ajak Generasi Z Jawab Tantangan Masa Depan

oleh -
Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial/ISTIMEWA/

BANDUNGMU.COM – Teknologi digital merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa lepas dari kehidupan saat ini. Hal itu juga menjadi tantangan Kota Bandung menghadapi masa depan.

Oleh karena itu, Kota Bandung memerlukan peran generasi muda khusunya generasi Z agar perkembangan digital saat ini bisa menjadi sebuah inovasi yang bermanfaat dan membawa kemajuan bagi Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.

“Kita harus terus membangun inovasi kebaikan dan gagasan yang positif dan konstruktif di antara manusia dalam rangka menyambut masa depan bersama,” kata Kang Oded, seperti dikutip dari laman resmi Kota Bandung, Senin 14 Juni 2021.

Oleh karena itu, Kang Oded berharap, kegiatan ini bisa memberikan inspirasi bagi generasi muda Kota Bandung dalam menjawab tantangan masa depan utamanya di masa pandemi saat ini.

“Semoga para generasi muda ini bisa mendapatkan sebuah inspirasi baru dalam membuat inovasi digital guna melawan tantangan masa pandemi,” tuturnya.

Namun di luar itu, wali kota mengungkapkan, ada dua hal yang harus dihadirkan dalam kehidupan jika ingin sukses. Pertama, menjaga hubungan baik dengan Allah SWT melalui ibadah. Kedua, membangun inovasi kebaikan sesama manusia.

“Membangun hubungan dengan Allah SWT yang sangat kuat dan harmonis melalui ibadah dan pengabdian kita,” katanya.

Wali kota mengapresiasi acara yang diinisasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung tersebut.

Empat modal

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, menyampaikan bahwa literasi saat ini tidak hanya terbatas pada membaca, menulis, dan menghitung saja. Namun lebih dari itu harus terus ditingkatkan.

Tedy mengatakan, ada empat hal yang harus dilakukan dalam memenangi persaingan di era digital ini, yaitu optimisme, keseriusan, inovasi, dan networking.

“Harus menghadirkan optimisme, harus serius (fokus), terus berinovasi, dan memperluas networking sebagi modal dasar membangun kolaborasi,” kata Tedy.

Sedangkan Kepala Diskiminfo Kota Bandung, Yayan A. Brilliyana, mengatakan untuk membangun Kota Bandung sebagai pionir smart city tentu tidak bisa berjalan sendiri. Menurutnya, dalam memanfaatkan keterbatasan sumber daya diperlukan kolaborasi dan dukungan yang melibatkan banyak pihak.

“Harus menggandeng masyarakatnya, para gen Z, akademisi dan sebagainya, sehingga mudah-mudahan Bandung sebagai kota yang smart bisa terwujud dan terlaksana dengan cepat,” ujarnya.

Perlu diketahui Webinar tersebut diikuti oleh 883 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari para pelaku UMKM juga para generasi Z.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *