Gerakan Tembakau Muhammadiyah dapat Penghargaan WHO, Luar Biasa!

oleh -
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

BANDUNGMU.COM – Sehari menjelang momentum World No Tobacco Day 31 Mei lalu, organisasi kesehatan dunia (WHO) memberikan penghargaan kepada Muhammadiyah sebagai organisasi dengan kontribusi paling signifikan dalam kebijakan dan program pengendalian tembakau di tingkat nasional.

Penghargaan South-East Asia Region WHO World No Tobacco Day Award 2021 diterima atas peran aktif Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC). Secara nasional, MTCC bergerak dalam berbagai aspek dengan jejaring di bawah MTCN (Muhammadiyah Tobacco Center Network).

“Kita sadar betul bahwa capaian ini adalah bagian dari rahmat Allah dan buah dari perjuangan Bapak Ibu sekalian yang saya tahu persis bagaimana gerakan ini dimulai dari tahun 2005. Sudah sangat panjang dan itu berarti sudah berpuluh-puluh tahun,” puji Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Senin 14 Juni 2021.

Sebagai organisasi masyarakat sipil pertama dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini, Abdul Mu’ti berpesan agar MTCC dan MTCN tidak berbangga diri. Perjuangan MTCC mewujudkan kesehatan masyarakat Indonesia yang ideal masih panjang.

“Sebab, kalau kita menganggap ini titik kulminasi, maka yang berikutnya adalah titik penurunan. Sementara kita ini baru berada pada tahapan yang terus naik dan apresiasi dari WHO ini adalah bagian dari second win atau spirit kedua di mana langkah kita ini harus terus kita perkuat dan perluas lagi karena tujuannya bukan mendapatkan penghargaan WHO, tapi tujuannya adalah membangun masyarakat yang sehat, masyarakat yang kuat, dan membangun masyarakat yang sehat dan kuat itu adalah bagian dari kita mengamalkan ajaran Islam,” pesannya.

“Secara pribadi dan atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada MTCN yang sudah mendapatkan penghargaan dari WHO atas capaian dan keberhasilannya dalam berbagai program yang terkait dengan membangun kesehatan masyarakat khususnya dalam progam khusus tobacco control,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *