BANDUNGMU.COM – Mungkin sudah tidak asing lagi kita mendengar nama Situ Patenggang atau Situ Cileunca yang ada di kawasan Bandung selatan. Terutama Situ Patenggan, banyak dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Namun, tahukah Anda nama Situ Uncal? Mengutip Pikiran Rakyat online, Situ Uncal merupakan danau seluas 2.000-an meter persegi di Arcamanik, Kota Bandung, yang ternyata saat ini telah lenyap.
Spanduk kuning berukuran besar, berisi larangan membuang sampah, terpampang di sana. Namun, orang-orang seperti tidak peduli. Kantong-kantong plastik dan bekas bungkus makanan minuman berserakan.
Pegiat Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB), T. Bachtiar, mengatakan, hampir semua situ yang pernah ada di Kota Bandung, baik yang dimiliki perseorangan maupun di lahan pemerintah, kini sudah lenyap.
Mereka bersalin menjadi bangunan yang sedikit sekali meresapkan air ke dalam tanah. Dalam catatan Bachtiar, Leuwipanjang dan Kopo merupakan salah satu kawasan dengan paling banyak jumlah situnya.
Di bagian utara, pernah ada Situ Gunting. Lalu, ada Situ Gumuruh. Selain situ, Bandung juga memiliki banyak legok (tanah rendah) yang satu persatu hilang karena diuruk tanah agar rata dengan lingkungan kanan kirinya.
”Hilangnya situ dan legok adalah awal bencana banjir. Mereka secara alami, karena berada di lahan yang lebih rendah, menjadi wadah air. Tanpa situ, limpasan air permukaan terus membesar lalu menggenang,” ucap Bachtiar, yang juga menulis buku Toponimi: Susur Galur Nama Tempat di Jawa Barat.
Bachtiar berpendapat, pembelian lahan-lahan situ atau yang potensial menjadi parkir air merupakan salah satu langkah strategis yang bisa diambil Pemkot Bandung untuk mengantisipasi banjir.
Keterbatasan anggaran semestinya tidak jadi alasan. Ada cara dan inovasi yang dapat ditempuh. Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab pemkot memberikan teladan dalam mengelola air, bukannya membiarkan situ-situ lenyap.
Kompleks-kompleks pemerintahan, dari level kota hingga kelurahan, harus secara optimal meresapkan air hujan.
Selasa, 18 Februari 2020 sore, hujan deras mengguyur kota. Di sepanjang Jalan Parakansaat, ditemui beberapa titik genangan yang merendam seluruh badan jalan.
Di beberapa permukiman di sekitarnya, termasuk salah satu perumahan modern, ditemukan genangan di mana-mana.***








