PMB UMbandung
Islampedia

Prof Dadang Kahmad Jelaskan Cara Muhammadiyah Merayakan Maulid Nabi

×

Prof Dadang Kahmad Jelaskan Cara Muhammadiyah Merayakan Maulid Nabi

Sebarkan artikel ini
Foto: Youtube TvMu Channel
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM — Pada berbagai negara, penyelenggaraan maulid Nabi SAW berbeda-beda. Tak terkecuali di Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas umat Islam.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Dadang Kahmad MSi menjelaskan ikut meramaikan maulid Nabi SAW dengan dakwah dan tablig tanpa seremoni-seremoni tertentu.

“Mungkin Muhammadiyah tidak menyelenggarakan secara khas karena bentuk-bentuk penyelenggaraan di dunia ini berbagai macam. Kemarin di Dubai selawat dengan rebana, kalau di daerah lain membagi-bagikan makanan seperti di Afghanistan. Ada juga yang ceramah-ceramah agama,” kata Prof Dadang memberikan contoh.

Baca Juga:  Momen Idulfitri, Prof. Haedar: Saatnya Melepaskan Segala Bentuk Kesenangan Duniawi yang Semu

Dalam “Catatan Akhir Pekan” TvMu, Ahad (23/10/2022), Prof Dadang mengutamakan umat muslim, khususnya warga Muhammadiyah, untuk meneladani akhlak mulia Nabi SAW dan mengamalkannya selama maulid.

“Yang harus kita contoh itu Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi yang mempunyai perilaku sangat mulia. Kata Aisyah RA, akhlak Nabi SAW adalah Al-Quran,” ujarnya.

Prof Dadang menjelaskan bahwa Nabi SAW merupakan orang yang penyantun, pengampun, dan pemaaf. Nabi SAW itu lemah lembut, akrab, tidak mempersulit orang.

Baca Juga:  Bukan Hanya Tarian dan Pakaian, Inovasi & Keilmuan Juga Termasuk Budaya

“Saya kira kita ini perlulah di Muhammadiyah ini menjadikan akhlak nabi sebagai akhlak kita,” imbuhnya.

Jangan berlebihan

Meski mubah, Prof Dadang juga berpesan agar dalam perayaan maulid umat muslim menghindari berbagai perbuatan yang mengancam akidah dan melanggar syariat.

“Namun, yang kita inginkan jangan sampai memperingati maulid Nabi SAW itu melanggar aturan agama. Contohnya pada bulan mulud ini banyak orang yang mensucikan jimat, jimatnya dibersihkan, dimandikan. Saya kira di Muhammadiyah tidak dikenal jimat-jimat seperti itu. Termasuk sihir. Juga mengunjungi kuburan-kuburan keramat. Muhammadiyah tidak seperti itu,” terang Prof Dadang.

Baca Juga:  Budaya Literasi sebagai Dasar Kejayaan Peradaban Islam

Selain menyelenggarakan tablig dan pengajian, kata Prof Dadang, Muhammadiyah dalam mengisi maulid justru mengadakan berbagai kegiatan sosial.

“Di kita ini justru kalau bisa ada gerakan-gerakan santunan sosial, pengobatan-pengobatan gratis, membagikan makanan yang itu saja meniru akhlak Nabi SAW yang saleh,” pungkasnya.*** (afn)

____

Sumber: muhammadiyah.or.id

Editor: FA

PMB UMBandung